NewsBerita Utama

Ribuan Calon Penumpang Menumpuk di Stasiun Bogor, Pemkot Minta Perjalanan KRL Dipangkas

loading...
Ribuan calon penumpang KRL Commuterline menumpuk di Stasiun Bogor. Kondisi itu terjadi lantaran PT KAI Commuter Indonesia mulai membatasi jadwal dan jumlah penumpang sebagai antisipasi penyebaran wabah COVID-19. Foto : Istimewa

BRO, Meski pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor dengan memperketat akses keluar masuk wilayah baru akan diberlakukan Rabu (15/04) mendatang. Namun dampaknya sudah mulai terlihat. Pasalnya pihak PT KAI Commuter Indonesia (KCI), sudah memberlakukan kebijakan PSBB DKI Jakarta sejak beberapa hari lalu.

Terlebih Pemkot Bogor juga tengah menyusun regulasi tentang pembatasan sosial yang salah satu fokus perhatiannya adalah dua titik lokasi keluar masuk wilayah yakni Stasiun Bogor dan Terminal Baranangsiang.

Akibatnya, berdasarkan pantauan kerumunan massa berupa antrean ribuan calon penumpang yang hendak beraktifitas menggunakan moda transportasi massal KRL Commuterline di Stasiun Bogor, terjadi sejak pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Kondisi tersebut bertolak belakang dengan protokol kesehatan yakni Phisycal Distancing sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Andri, 35, salah satu penumpangĀ KRLĀ  mengaku antrean panjang hingga mengular itu sejak pagi mulai dari sebelum masuk gate hingga memasuki gerbong. Antrean karena para penumpang diwajibkan menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

“Iya mas ini antrean panjang terjadi saat sebelum masuk gate karena adanya pemeriksaan suhu tubuh,” ujarnya, Senin (13/04/2020).

Setelah berhasil melewati gate, Andri mengungkapkan, antrean panjang kembali terjadi di peron sebelum menaiki KRL. Antrean itu terjadi karena KRL membatasi penumpang dalam setiap rangkaian kereta.

“Iya kemudian, penumpukan calon penumpang juga terjadi jelang peron kereta menuju gerbong KRL, yang katanya karena memang sudah ada pembatasan jumlah penumpang di tiap-tiap rangkaian kereta,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sempat mengubah jam operasional KRL yang dimulai pukul 06.00-18.00 WIB sebagai implementasi dari kebijakan PSBB. Penumpang di setiap rangkaian juga dibatasi maksimum 60 orang.

Menanggapi masih seringnya terjadi kerumunan massa, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku pihaknya segera meminta PT KAI Commuter Indonesia (KCI) membatasi jumlah perjalanan KRL baik yang hendak ke Bogor maupun ke Jakarta sebagai bagian dari implementasi kebijakan PSBB, Rabu (15/04/2020).

“Jadi di Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pelaksanaan PSBB di Kota Bogor ini ada beberapa lokasi yang bakal dijadikan Checkpoint atau pintu keluar masuk. Saat ini Perwali tentang PSBB sedang disiapkan. Ada beberapa lokasi penting atau titik kumpulan massa yang bakal dijadikan fokus perhatian kita yakni Stasiun Bogor dan Terminal Baranangsiang,” kata Dedie.

Ia menyebutkan, baik sebelum dan saat diberlakukan PSBB, pihaknya bersama tim gabungan akan melakukan sejumlah persiapan agar kebijakan ini selaras dengan daerah lain. Bahkan nantinya, Pemkot akan dibantu oleh Polresta Bogor Kota beserta TNI dari segi aspek pengamanannya.

“Di samping itu kita juga akan melakukan pertemanan dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terkait rencana pembatasan jumlah trip commuter line, yang biasanya 400 trip per hari mungkin akan dikurangi sebanyak 50 persen dan dari jumlah itu akan dikurangi jumlah kapasitas penumpangnya sebanyak 50 persen,” pintanya.

Sekedar diketahui pelaksanaan PSBB di Kota Bogor rencananya akan dimulai pukul 00.00 WIB, Rabu (15/04/2020). Hal itu sesuai dengan keputusan pertemuan antara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan para kepala daerah penyangga ibukota yakni Bogor, Depok dan Bekasi, Minggu (12/04/2020) yang membahas tentang teknis pelaksanaan memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 ini.

Penulis : Hari Y
Editor : Hari Y

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close