3.868 PPPK Paruh Waktu Disahkan, Wali Kota Bogor Warning Soal Integritas Aparatur

“KORPRI memegang peranan strategis sebagai pelayan masyarakat dan garda terdepan dalam mewujudkan mimpi serta harapan warga Kota Bogor. Semua itu hanya terwujud jika seluruh anggota memiliki niat baik dan integritas tinggi,” ujar Dedie.

BRO. KOTA BOGOR Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memimpin upacara Peringatan HUT ke-54 KORPRI tingkat Kota Bogor yang digelar di Lapangan Sempur, Senin (1/12/2025). Pada momentum tersebut, Pemkot Bogor resmi mengangkat 3.868 PPPK Paruh Waktu melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) langsung oleh Wali Kota.

Pengangkatan ribuan PPPK Paruh Waktu itu mencakup 200 guru, 17 tenaga kesehatan, dan 3.651 tenaga teknis. Untuk tenaga teknis, formasi terbagi dalam empat jabatan:

Pengelola Umum Operasional: 749 orang

Operator Layanan Operasional: 2.492 orang

Pengelola Layanan Operasional: 116 orang

Penata Layanan Operasional: 294 orang

Dedie Rachim menegaskan peran penting KORPRI sebagai pilar pelayanan publik. Dengan mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI dalam Mewujudkan Indonesia Maju”, ia menilai anggota KORPRI harus menjaga integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian.

KORPRI memegang peranan strategis sebagai pelayan masyarakat dan garda terdepan dalam mewujudkan mimpi serta harapan warga Kota Bogor. Semua itu hanya terwujud jika seluruh anggota memiliki niat baik dan integritas tinggi,” ujar Dedie.

Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini berlandaskan Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, sebagai tindak lanjut dari UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dalam penataan tenaga non-ASN. Di tingkat daerah, penetapan dilakukan melalui SK Wali Kota Bogor Nomor 800.1.2.5/Kep.472-BKPSDM/2025, dengan TMT 1 Oktober 2025 dan mulai bertugas (SPMT) 1 Januari 2026.

“Tanpa PPPK Paruh Waktu, pelayanan publik sulit berjalan optimal jika hanya mengandalkan PPPK. Ini bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” ungkapnya.

Selain itu, Dedie juga mengingatkan pentingnya kepedulian aparatur terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa banyak bencana terjadi akibat kerusakan alam sehingga mitigasi dan pencegahan harus menjadi perhatian serius.

Di akhir sambutan, Dedie menekankan bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses