“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan memastikan kondisi tabung serta regulator gas aman digunakan,” ujar Dedie, Kamis (5/3/2026).
BRO. KOTA BOGOR – Kebakaran hebat melanda tiga rumah warga di Jalan Babakan Sirna, RT 003/009, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (5/3/2026) malam. Peristiwa yang diduga dipicu kebocoran tabung gas tersebut menewaskan seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan.
Berdasarkan laporan petugas pemadam kebakaran, insiden terjadi sekitar pukul 19.25 WIB. Ketua RT setempat, Ajmad Sofian, melaporkan kejadian itu kepada petugas sekitar pukul 19.30 WIB.
Tim pemadam kebakaran langsung bergerak dari sejumlah pos menuju lokasi pada pukul 19.33 WIB dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 19.40 WIB. Proses pemadaman dimulai pada pukul 19.43 WIB.
Petugas berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu sekitar 20 menit dan pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 20.00 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan tiga unit rumah kontrakan milik warga, salah satunya milik Jejeh. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Tragisnya, peristiwa ini juga menimbulkan korban jiwa. Seorang balita bernama Zaki (1 tahun 4 bulan) dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sementara dua orang lainnya, Ratna Julainti dan Saud Marpaung, mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke RS PMI Bogor untuk mendapatkan perawatan medis.
Dalam proses penanganan, petugas pemadam kebakaran menerjunkan personel dari Mako Sukasari, Pos Yasmin, dan Pos Cibuluh. Operasi pemadaman melibatkan Regu 3 dari masing-masing pos dengan dukungan sejumlah armada, di antaranya Unit 01, Unit 811, Unit 821, Unit Bankeu, serta RC 11 Rescue.
Menurut laporan sementara, kebakaran diduga terjadi akibat kebocoran tabung gas saat pemilik rumah sedang tertidur.
Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian. Setelah proses penanganan selesai, seluruh tim kembali ke pos masing-masing pada pukul 21.50 WIB.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut, terutama karena menelan korban jiwa seorang balita.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan memastikan kondisi tabung serta regulator gas aman digunakan,” ujar Dedie, Kamis (5/3/2026).
Pemerintah Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan tabung gas di rumah tangga. Warga diminta rutin memeriksa kondisi tabung, selang, dan regulator untuk memastikan tidak terjadi kebocoran.
Jika tercium bau gas, masyarakat diminta segera mematikan sumber api, membuka ventilasi rumah, serta tidak menyalakan peralatan listrik yang dapat memicu percikan api.
Selain itu, warga juga diimbau menggunakan perlengkapan gas yang memenuhi standar keamanan serta segera mengganti selang atau regulator jika ditemukan kerusakan.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan gas rumah tangga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Editor : Adjet
