BRO. BOGOR – Bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, melumpuhkan sektor pertanian. Sedikitnya 2.000 hektare sawah rusak parah dan ribuan petani terdampak. Hasil kaji cepat (rapid assessment) yang dilakukan Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) kini ditindaklanjuti IPB University bersama berbagai pihak.
Diskusi hasil kaji cepat dampak bencana digelar di Kampus IPB University, Darmaga, Bogor, Rabu (15/4). Pertemuan ini melibatkan ARM HA-IPB, Wakil Rektor IV bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni, serta Unit Wakaf dan Dana Sosial (UWDS).
Kaji cepat dilakukan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pada Januari lalu. Tim ARM HA-IPB menemukan kerusakan signifikan di kawasan pertanian, khususnya di Lingkar Danau Laut Tawar.
Ketua Umum ARM HA-IPB, Ahmad Husein, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di wilayah dataran tinggi sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut itu telah merusak sekitar 2.000 hektare dari total 3.000 hektare sawah.
Tak hanya itu, jaringan irigasi dari tingkat primer hingga kuarter terputus total, memperparah kondisi lahan pertanian.
“Selain kerusakan lahan, petani juga gagal menjual hasil panen cabai dari sekitar 6.000 hektare karena akses logistik terputus. Harga pun jatuh di bawah HPP,” ungkapnya dalam forum diskusi.
ARM HA-IPB juga memaparkan bahwa kegiatan tanggap darurat bencana telah dilakukan sejak November 2025 di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sementara itu, Kepala UWDS IPB University, Alla Asmara, menegaskan bahwa IPB akan segera menindaklanjuti temuan tersebut dengan melibatkan berbagai pihak, baik internal kampus maupun pemerintah daerah.
“IPB University menindaklanjuti temuan ARM HA-IPB dengan berbagai pihak terkait di IPB dan di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat terdampak membutuhkan dukungan teknologi pertanian, terutama benih padi dan cabai, agar dapat kembali berproduksi di lahan yang masih memungkinkan untuk digarap.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga berharap IPB dapat membantu membuka akses ke kementerian terkait, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian PUPR, guna mendapatkan dukungan rehabilitasi lahan dan bantuan infrastruktur.
Dengan kerusakan yang meluas dan terputusnya rantai distribusi, pemulihan sektor pertanian di Aceh Tengah membutuhkan intervensi cepat dan terintegrasi. Peran perguruan tinggi seperti IPB University dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan dan mengembalikan produktivitas petani.
Editor : Adjet
