Pramuka Tangguh Bencana Diluncurkan, BPBD Kota Bogor Perkuat Respons Cepat dan Mitigasi Berbasis Komunitas

BRO. KOTA BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor resmi meluncurkan program “Pramuka Tangguh Bencana” sebagai langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat bencana berbasis komunitas, Jumat (17/4/2026).

Program hasil kolaborasi BPBD Kota Bogor dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor ini digelar selama dua hari, 17–18 April 2026, di Kantor BPBD Kota Bogor, Tanah Sareal.

Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarcab Kota Bogor. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kwarcab, Pramuka Penegak dan Pandega, serta Satgas TRC Pramuka Peduli.

Dimas Tiko menegaskan, program ini menjadi terobosan dalam memperluas jangkauan mitigasi bencana hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak bisa hanya bergantung pada struktur formal pemerintah.

“Pramuka Tangguh Bencana menjadi sumbu baru dalam tata kelola kebencanaan. Kita tidak boleh menunggu bencana datang, tetapi harus membangun sistem yang inklusif dan responsif sejak dini,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh anggota Pramuka di Kota Bogor ke depan akan dibekali pengetahuan kebencanaan.

Peserta yang telah mengikuti pelatihan akan mendapatkan legalitas resmi melalui Surat Keputusan Kepala Pelaksana BPBD serta berhak mengenakan logo “Pramuka Tangguh Bencana”.

Selama pelatihan, peserta menerima materi komprehensif mulai dari teknik evakuasi, pertolongan pertama, sistem peringatan dini berbasis komunitas, hingga edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

Tak hanya teori, peserta juga menjalani simulasi lapangan, seperti penggunaan alat penyelamatan, simulasi gempa bumi, penanaman pohon untuk mitigasi banjir dan longsor, serta simulasi Dapur Umum Lapangan (Dumlap) guna melatih kemandirian saat kondisi darurat.

“Anggota Pramuka kini memiliki kecakapan teknis penyelamatan yang diakui secara resmi. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Kota Bogor, Raden Ronny Kunaefi, menyebut program ini juga berdampak pada pengembangan karier kepramukaan, termasuk sebagai nilai tambah menuju Pramuka Garuda.

Ia menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai garda terdepan di wilayah.

“Pramuka harus menjadi informan pertama. Sebelum BPBD tiba, mereka harus sudah memberikan informasi awal dan melakukan langkah pencegahan dini,” katanya.

Melalui program ini, BPBD Kota Bogor menargetkan percepatan waktu respons saat terjadi bencana. Pramuka Penegak dan Pandega yang telah terverifikasi akan terintegrasi dalam sistem koordinasi resmi BPBD, baik pada tahap prabencana maupun tanggap darurat.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses