Pengurus OSIS MTsN Kota Bogor Digembleng Pelatihan Kepemimpinan

BRO. KOTA BOGOR – MTsN Kota Bogor menggelar pelatihan kepemimpinan dan kesehatan emosi bagi pengurus OSIS dalam kegiatan bertajuk Training Healing and Growing: Menjadi Kerang Mutiara, dari Rapuh Bertumbuh Jadi Tangguh, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah ini bertujuan membentuk karakter pemimpin muda yang tangguh, berintegritas, dan peduli terhadap sesama.

Pelatihan yang berlangsung selama dua jam tersebut diikuti pengurus OSIS dan puluhan siswa MTsN Kota Bogor. Kegiatan dipandu oleh Mental Health Educator sekaligus Direktur ABCo Therapy Center, Lili Marliyuana.

Dalam materinya, Lili mengajak peserta memahami bahwa tantangan, kegagalan, kritik, hingga rasa tidak percaya diri bukanlah hambatan untuk berkembang, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter seorang pemimpin.

Ia menggunakan filosofi kerang mutiara yang mampu mengubah butiran pasir yang melukainya menjadi mutiara bernilai tinggi.

“Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi dalam hidup kita. Namun, kita bisa memilih bagaimana meresponsnya. Seperti kerang mutiara, setiap tantangan dapat menjadi proses pembentukan karakter yang lebih kuat,” ujar Lili.

Selain itu, peserta juga diajak meneladani perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin yang tangguh, sabar, dan penuh kasih sayang. Menurut Lili, berbagai ujian yang dihadapi Rasulullah SAW sejak kecil justru membentuk pribadi yang kuat tanpa kehilangan empati terhadap sesama.

“Rasulullah SAW tidak menjadi kuat karena hidupnya mudah. Beliau menjadi kuat karena selalu bersandar kepada Allah dan terus melangkah meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Itulah ketangguhan yang perlu diteladani para pemimpin muda,” katanya.

Dalam sesi pembekalan kepemimpinan, peserta diperkenalkan konsep Mutiara Sang Pemimpin melalui filosofi lima jari tangan. Ibu jari melambangkan kemampuan menghargai dan melayani, jari telunjuk sebagai simbol komitmen dan integritas, jari tengah menggambarkan semangat memberikan kontribusi terbaik, jari manis menekankan pentingnya kerja sama, sedangkan jari kelingking mengingatkan agar tidak mengabaikan hal-hal kecil seperti disiplin, kepedulian, dan kebiasaan baik.

Pelatihan berlangsung interaktif melalui refleksi diri, diskusi kelompok, dan sesi motivasi yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka sepanjang kegiatan.

Pembina OSIS MTsN Kota Bogor, Hera Sulistiawati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Paradoks (Peresmian Almamater dan Dedikasi OSIS) yang bertujuan memperkuat identitas dan tanggung jawab para pengurus OSIS.

“Kegiatan Paradoks hari ini sangat berkesan. Setelah resmi mengenakan almamater, anak-anak semakin bangga dan menyadari tanggung jawab mereka sebagai pengurus OSIS. Melalui filosofi Kerang Mutiara, mereka belajar mengubah tekanan dan tantangan organisasi menjadi proses bertumbuh,” tuturnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan pengurus OSIS yang tidak hanya aktif menjalankan program kerja, tetapi juga memiliki karakter matang dan mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Maryanah, menegaskan bahwa organisasi siswa harus menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan, bukan sekadar pelaksana kegiatan sekolah.

“Kami tidak ingin OSIS hanya dikenal sebagai panitia kegiatan sekolah. Mereka harus tumbuh menjadi pemimpin muda yang mampu mengelola tekanan, bangkit dari kegagalan, dan tetap memiliki empati dalam melayani orang lain,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, MTsN Kota Bogor berharap para pengurus OSIS mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, menjaga integritas, serta menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran untuk menjadi generasi pemimpin masa depan yang cerdas, tangguh, dan berkarakter.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses