Bogor Targetkan Zero Tramadol , Kapolresta Kombes Rio: “Saya Sikat, Siapa pun Bekingnya”

Saya tegaskan, tidak ada toleransi. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu. Target saya jelas, Kota Bogor zero tramadol,” tegas Kombes Rio Wahyu Anggoro.(6/2/2026)

BRO. KOTA BOGOR – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota memperketat pengamanan menjelang Ramadan dengan memfokuskan pemberantasan peredaran obat keras ilegal, khususnya tramadol.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menegaskan komitmennya untuk menzerokan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah hukum Kota Bogor.

Rio menyebut, peredaran obat keras ilegal memiliki korelasi kuat dengan meningkatnya aksi kekerasan, tawuran, dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Patroli akan terus kami lakukan dari hulu sampai hilir. Hilirnya patroli, tapi hulunya sering dilupakan. Tingginya gangguan kamtibmas bukan hanya faktor ekonomi, tapi juga pergaulan dan penyalahgunaan obat keras,” ujar Rio kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan evaluasi tersebut, Rio mengaku telah menemukan formulasi penanganan yang lebih tepat. Ia secara khusus memerintahkan Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota untuk menindak tegas peredaran obat ilegal dan mempertanggungjawabkan kinerjanya langsung kepada masyarakat.

“Saya perintahkan Kasat Narkoba untuk melaksanakan tugasnya secara maksimal dan bertanggung jawab kepada warga Kota Bogor,” tegasnya.

Kapolresta menilai, obat keras seperti tramadol kerap menjadi pemicu utama tindakan kriminal, mulai dari tawuran remaja hingga kejahatan jalanan.

Pengalaman bertugas di daerah sebelumnya memperkuat kesimpulan tersebut.

“Di tempat saya bertugas sebelumnya, peredaran tramadol sangat besar dan dampaknya langsung terasa, angka kekerasan meningkat,” ungkap Rio.

Selain penindakan hukum, Polresta Bogor Kota juga akan mengintensifkan langkah preventif dengan menutup sumber peredaran obat keras ilegal, termasuk kios-kios yang menjual tanpa izin.

Rio turut mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi penjualan obat keras ilegal di lingkungan sekitar.

“Saya tegaskan, tidak ada toleransi. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu. Target saya jelas, Kota Bogor zero tramadol,” pungkasnya.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses