Bogor Tengah Jadi “Ring 1” Kota Bogor, Stunting Naik 122 Kasus, PKL Ditertibkan

“Ini memang cukup mengecewakan. Tapi di sisi lain, ada 90 anak yang dinyatakan lulus dari stunting,” ujar Dheri.

BRO. KOTA BOGOR – Kecamatan Bogor Tengah menegaskan posisinya sebagai pusat aktivitas utama Kota Bogor sekaligus wilayah “Ring 1” yang mencakup pusat ekonomi, pendidikan, dan kawasan Istana Kepresidenan. Status strategis ini membuat Bogor Tengah menghadapi tantangan kompleks, mulai dari kesehatan hingga penataan ruang kota.

Hal itu disampaikan Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, dalam Press Gathering di Aula Kantor Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (28/4/2026).

Dheri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga wajah Kota Bogor tetap tertata dan representatif.

Kasus Stunting Naik, Warga Diminta Aktif ke Posyandu

Salah satu sorotan utama adalah kenaikan angka stunting. Berdasarkan data penimbangan Agustus 2025 hingga Februari 2026, jumlah kasus meningkat hampir 122 anak.

“Ini memang cukup mengecewakan. Tapi di sisi lain, ada 90 anak yang dinyatakan lulus dari stunting,” ujar Dheri.

Ia menjelaskan, kenaikan tersebut dipicu meningkatnya partisipasi warga dalam membawa balita ke Posyandu, sehingga kasus yang sebelumnya tidak terdata kini mulai terungkap.

“Banyak anak baru tercatat di Februari karena baru datang ke Posyandu meski usianya sudah 3–4 tahun. Jadi bukan semata-mata lonjakan kasus baru,” tegasnya.

Dheri pun mengimbau warga untuk rutin memeriksakan balita ke Posyandu guna mempercepat penanganan stunting.

Penertiban PKL Diperketat, Plang Larangan Dipasang

Di sektor penataan kota, Kecamatan Bogor Tengah memperketat pengawasan Pedagang Kaki Lima (PKL), terutama di kawasan Jalan Pedati, Suryakencana (Saketeng), Jalan Roda, dan Alun-Alun Bogor.

Penertiban dilakukan bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan melalui patroli rutin untuk mencegah alih fungsi trotoar dan badan jalan.

Sebagai langkah tegas, pemerintah akan memasang plang larangan berjualan di sejumlah titik.

“Plang akan dipasang di Jalan Pedati, Saketeng, dan Jalan Roda sebagai penegasan bahwa area tersebut bukan untuk berjualan,” jelas Dheri.

Pemkot Bogor juga telah menyiapkan lokasi relokasi bagi PKL di Pasar Sukasari dan Pasar Warung Jambu.

Patroli Gabungan 11 Kelurahan
Dheri mengakui penataan PKL bukan perkara mudah karena menyangkut kebiasaan pedagang dan pembeli. Untuk itu, patroli gabungan dari 11 kelurahan dilakukan setiap malam secara bergantian.

Langkah ini dinilai efektif menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah pusat kota.

Dukung Kota Layak Anak

Selain itu, Kecamatan Bogor Tengah mulai memperkuat fasilitas pelayanan publik ramah anak. Kantor kelurahan dan kecamatan kini dilengkapi area bermain anak.

“Warga bisa lebih nyaman mengurus administrasi karena anak-anak memiliki ruang bermain yang aman. Ini bagian dari dukungan Kota Layak Anak,” katanya.

Melalui sinergi dengan media dan masyarakat, Kecamatan Bogor Tengah menargetkan pembangunan wilayah yang lebih tertata, responsif, dan informatif sebagai wajah utama Kota Bogor.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses