Berita UtamaBogorianNews

Naik Drastis Capai 91,9 %, Pasien Sembuh Covid-19, Pemkot Bogor Akan Tutup RS Lapangan

Wakil Walikota.Dedie Rachim : Melihat Tren Kasus Harian Positif Covid-19, Turun Banget

loading...

BRO. Keberadaan Rumah Sakit (RS) Lapangan Kota Bogor, sebagai antisipasi lonjakan pasien Covid-19 di kota Bogor, kemungkinan ditutup , menyusul Rasio keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor menurun drastis.

“Penurunan BOR di Kota Bogor mencapai angka 30,6 persen. Angka tersebut jauh di bawah standar WHO yakni 60 persen,”ungkap Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim , Jum’at (9/4).

Menurutnya , data dari Dinkes Kota Bogor mencatat jumlah tempat tidur isolasi yang terisi hanya 30,7 persen. Penurunan angka ini jauh di bawah ambang batas BOR standart badan kesehatan dunia (WHO), yakni 60 persen.

Penurunan juga terjadi di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Kota Bogor tercatat jumlah tempat tidur yang terisi hanya 9 unit atau 14,1 persen dari total yang disiapkan 64 unit.

Pelaksaann Vaksinasi Massal di Kota Bogor, mendapat kunjungan dari Presiden Ri. Jokowi. Jum’at (19/3).Foto : dok.SiBro

Dengan demikian, Dedie Rachim menyatakan kemungkinan Rumah sakit (RS) Lapangan yang dimulai operasionalnya sejak 18 Januari lalu , tidak akan diperpanjang dan ditutup . RS Lapangan yang berada di GOR Pajajaran Kota Bogor direncanakan berakhir, 18 April 2021 mendatang.

“Kita akan tutup dan tidak diperpanjang lagi operasional RS Lapangan, setelah melihat tren kasus harian positif Covid-19 turun banget dengan kisaran 30 persen untuk keterisian jumlah tempat tidur Isolasi ( BOR),” jelas Dedie.

RS lapangan Kota Bogor ini , memiliki 64 tempat tidur yang digunakan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan .

“Nantinya pasien Covid-19 bergejala ringan, bisa dirawat di rumah sakit biasa atau melakukan isolasi mandiri di rumah,” kata Wakil Wali Kota Bogor.

Dedi Rachim juga mengungkapkan penurunan rasio keterisian BOR, sebagai dampak positif dari vaksinasi massal yang dilakukan Pemkot Bogor di hampir disetiap Puskesmas, pusat perbelanjaan modern maupun dilakukan dengan sistem drive trhu bagi lansia di Kota Bogor termasuk di beberapa tempat sebagai program Satgas Covid-19 Kota Bogor.

“kita upayakan terus menggalakkan vaksinasi massal dengan lebih banyak menjangkau warga, menghindarkan dari kerumunan, dan protokol kesehatan ditingkatan. Insya Allah menurunkan risiko penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan selain penurunan BOR, angka tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Bogor, terjadi kenaikan mencapai 91,9 persen.

Ilustrasi Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor.Foto : dok.SiBro

“kenaikan kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Bogor, ternyata lebih tiggi dari Jawa Barat maupun nasional,” jelas Sri Nowo.

Begitu pula angka kasus aktif di Kota Bogor juga turun menjadi 6,6 persen (lebih rendah dari Jawa Barat dan Nasional). Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 di Kota Bogor 1,6 persen (lebih rendah dari angka kematian Nasional).

“Alhamdulillah tren BOR di rumah sakit turun karena kasus pasien terkonfirmasi positif juga turun, terutama kasus dengan gejala sedang dan berat. Di mana kasus kategori ini harus dirawat di rumah sakit,”katanya dengan bangga.

Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor , dari total 809 tempat tidur isolasi di 21 rumah sakit rujukan yang disiapkan, saat ini hanya terisi 248 atau 30,7 persen. Padahal, sebelumnya BOR di Kota Bogor sempat menembus angka 88 persen pada Januari 2021.

kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno juga mengamini pernyataan wakil Wali Kota, Dedi A Rachim yang menyatakan penurunan kasus positif, salah satu faktornya adalah gencarnya program vaksinasi yang dilakukan Pemkot Kota Bogor.

“Bisa saja kemungkinan faktor vaksinasi. Jadi, andaikan terpapar juga tidak berat sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit,”ujarnya

Meski demikian, Retno juga menyatakan tren kasus Covid-19 di Kota Bogor menurun , akan tetapi bukan berarti kita sudah bebas pandemi.

“Kami tetap menghimbau kepada warga masyarakat harus tetap waspada terhadap penularan Covid-19 dan tetap patuhi protokol kesehatan 5 M ,”pungkasnya

Penulis/Editor : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close