Berita UtamaBisnisBogorianaNews

Sistem Drainase Buruk, LBH Ansor Desak BPK Audit Jembatan Otista 52 M

Banjir genangan air di Jembatan Otista sempat viral di medsos. Seperti  diunggah konten kreator, judulnya pun menggelitik “Kabar Gembira Kota Bogor punya Wahana Air di Jembatan Otista Bogor Pasca Hujan,”tulis pemilik akun @gentama79.

BRO.KOTA BOGOR – Peristiwa banjir yang menggenangi Jembatan Otista Kota Bogor, pada Sabtu (30/12) menjadi  sorotan publik Bogor. Pasalnya, Revitalisasi  Jembatan Otista dengan anggaran fantastis itu, baru diresmikan Presiden RI Jokowi ternyata menuai masalah akibat buruknya sistem dranase di  kawasan SSA tersebut.

Hujan deras mengguyur Bogor pada Sabtu (30/12) itu membuat pengendara yang tengah melintas di Jembatan Otista panik lantaran genangan air setinggi 30 centimer lebih itu, membuat pengendara ekstra hati-hati melintas di jembatan tersebut.

Bahkan banjir genangan air di Jembatan Otista sempat viral di medsos. Seperti yang diunggah konten kreator, judulnya pun menggelitik “Kabar Gembira Kota Bogor punya Wahana Air di Jembatan Otista Bogor Pasca Hujan, ”, tulis pemilik akun @gentama79.

Baca Juga : Presiden Jokowi Resmikan Penggunaan Jembatan Otista Bogor

Ketua LBH Ansor Kota Bogor, Adv. Rudi Mulyana, S.H., C.MED.angkat bicara menyoroti genangan air di  ujung Jembatan Otista Bogor.

Dari peristiwa itu, LBH Ansor  mendesak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) layak turun. Jika memang perlu surat resmi agar BPK RI turun mengaudit pembangunan Jembatan Otista.

“Kami LBH Ansor akan segera melayangkan surat resmi tersebut agar dengan cepat menangani persoalan ini yang terjadi di wilayah hukum Kota Bogor,”tegas Rudi Mulyana, S.H dalam siaran pers yang diterima Redaksi bogornetwork.com, Sabtu (30/12) malam.

Menurutnya, sebagaimana perintah UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, salah satu tugas BPK diantaranya memeriksa temuan-temuan menyimpang yang menyoal sumber keuangan negara.

Oleh karenanya LBH Ansor  akan kawal permasalahan ini, karenanya masyarakat Kota Bogor tidak lagi buta persoalan hukum yang terjadi hari ini.

Jadi, apapun yang terjadi pada hari ini mengandung hikmah yang dapat dipelajari oleh segenap warga Kota Bogor, wabil khusus Pemerintah Kota Bogor.

“Hati-hati kekuasaan yang berada padanya adalah pertanggungjawaban dunia akhirat, sehingga jangan main-main soal itu,”cetusnya

Rudy juga membeberkan dari perhitungan anggaran yang diserap dari bantuan Provinsi Jawa Barat sebesar Rp52 milyar dengan fakta hari ini, sangat timpang dan tidak masuk akal.

Dicontohkan Jembatan Walahar, di Kabupaten Karawang ,Jawa Barat, dengan anggaran yang sama dapat membangun jembatan dengan baik dengan rincian lebar seluas 7 meter dengan dua lajur dan dua arah, jembatan yang memiliki panjang 130 meter dengan tiga bentang.

Namun, bila melihat Jembatan Otista yang secara rincian 22 meter dengan badan jembatan seluas 17 meter. “Kondisi ini, cukup aman dalam hitungan mitigasi resiko, harusnya mampu teratasi,” ujarnya

Sementara Wali Kota Bima Arya langsung mendatangi lokasi genangan air.di ujung Jembatan Otista

“ Saya sore tadi mendapat laporan dari warga, ada banjir di ujung Jembatan Otista,” ujar Bima dilansir dari unggahan instagramnya, Sabtu (30/12).

Dari peninjauannya, Bima menyebut genangan air itu akibat sistem drainase  kurang baik. “Lubang drainasenya terlalu kecil, akibatnya air dari arah Pasar Bogor tidak terserap sempurna,” kilahnya

Diperparah lagi, saluran air mampet sehingga air tergenang. Bima pun menginstruksikan Kepala Dinas PUPR untuk segera melakukan perbaikan sistem drainase.

Editor  : Adjet

Show More

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Check Also
Close
Back to top button