“Tidak perlu menunggu viral. Di wilayah, lurah adalah wali kota kecil. Harus tahu siapa yang perlu dibantu dan segera berkoordinasi dengan puskesmas jika ada warga yang membutuhkan pertolongan,” kata Dedie.
BRO. KOTA BOGOR – Jelang satu tahun masa pemerintahan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin melakukan rotasi dan promosi terhadap 245 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Rabu (11/2/2026).
Pelantikan yang digelar di Plaza Balai Kota Bogor itu mencakup pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, kepala sekolah, hingga kepala puskesmas.
Dedie Rachim menegaskan, perombakan jabatan ini merupakan bagian dari tour of duty sekaligus upaya penyegaran organisasi. Menurutnya, sejumlah pejabat telah menduduki posisi yang sama selama tiga hingga lebih dari lima tahun.
Baca Juga :Darurat Birokrasi! 51 Jabatan Pemkot Bogor Kosong, Kinerja Pemerintah Dipertanyakan
“Ini bagian dari menyehatkan organisasi dan menguatkan komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kota Bogor,” tegas Dedie.
Fokus Lingkungan, PKL, dan Transportasi
Dalam arahannya, Dedie juga menyampaikan pesan khusus Presiden Prabowo yang diterima dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, yakni menjaga lingkungan dan kebersihan kota.
Baca Juga :53 Jabatan Struktural Kosong, DPRD Ingatkan Walikota Bogor : Jangan Rusak Pelayanan Publik
Selain itu, ia menekankan bahwa penataan pedagang kaki lima (PKL) serta pembenahan dan penataan transportasi masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkot Bogor.
“Penataan PKL dan transportasi harus terus dibenahi. Ini menjadi prioritas agar wajah Kota Bogor semakin tertata,” ujarnya.
Lurah Diminta Lebih Responsif dan Kenal Warga
Kepada para lurah, Dedie Rachim memberi pesan tegas agar lebih mengenal warganya secara detail dan responsif terhadap persoalan sosial di wilayah masing-masing.
Menurutnya, lurah harus mengetahui warga yang sakit, membutuhkan bantuan, hingga anak-anak difabel seperti autis, tunanetra, dan tunarungu.
“Tidak perlu menunggu viral. Di wilayah, lurah adalah wali kota kecil. Harus tahu siapa yang perlu dibantu dan segera berkoordinasi dengan puskesmas jika ada warga yang membutuhkan pertolongan,” kata Dedie.
Ia menekankan, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke lingkungan terkecil.
Target Pendapatan Daerah Digenjot
Dalam kesempatan itu, Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada Deni Hendana yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor dan kini mengemban jabatan baru.
Kepada pejabat Bapenda yang baru, Abdul Wahid, Dedie meminta agar segera melakukan langkah konkret untuk meningkatkan pendapatan daerah sebagai modal pembangunan Kota Bogor.
“Perbaikan, pembenahan, dan peningkatan pendapatan harus segera dilakukan. Target capaian Pemkot Bogor ini menjadi modal utama untuk mengakselerasi pembangunan,” tegasnya.
Perombakan 245 pejabat ini menjadi sinyal kuat bahwa jelang satu tahun kepemimpinan Dedie–Jenal, fokus utama Pemkot Bogor adalah penyegaran birokrasi, penguatan pelayanan publik, serta percepatan pembangunan berbasis peningkatan pendapatan daerah.
Editor : Adjet
