“Capaian positif juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor yang meningkat menjadi 79,75, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Barat”
BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup tahun 2025 dengan memaparkan capaian kinerja dan arah pembangunan melalui kegiatan Kaleidoskop Akhir Tahun 2025 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor di Takeshi Mutiara Bogor Raya, Jalan Regional Ring Road (R3) Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Senin (29/12/2025).
Kegiatan yang dihadiri awak media ini menjadi bentuk transparansi dan keterbukaan publik Pemkot Bogor dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta tata kelola pembangunan daerah.
Acara diawali dengan penanaman pohon bersama di ujung Jalan R3 Katulampa. Aksi ini menjadi simbol komitmen Pemkot Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menegaskan isu lingkungan sebagai prioritas pembangunan kota.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, langkah strategis pertama yang dilakukan adalah memastikan kesinambungan transportasi publik di Kota Bogor. Melalui komunikasi intensif dengan perangkat daerah, DPRD Kota Bogor, dan pemangku kepentingan terkait, layanan Biskita akhirnya dapat beroperasi dan melayani masyarakat.
Selain transportasi, Dedie Rachim menegaskan kesiapan Kota Bogor sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Untuk itu, Pemkot Bogor melakukan rehabilitasi dan revitalisasi GOR Pajajaran sebagai sarana pendukung utama kegiatan olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur olahraga tidak semata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Bogor.
“Stadion yang megah harus diimbangi dengan prestasi. Ini adalah ikhtiar Pemkot Bogor dalam membangun manusia Kota Bogor. Seluruh proses ini menjadi penyemangat kita bersama untuk membangun Kota Bogor ke depan,” ujar Dedie Rachim.
Dari sisi kinerja keuangan daerah, Dedie Rachim memaparkan bahwa hingga 19 Desember 2025, realisasi pendapatan daerah telah mencapai 92,43 persen, sementara realisasi belanja daerah berada di angka 93,15 persen.
Capaian positif juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor yang meningkat menjadi 79,75, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, Upah Minimum Kota (UMK) Bogor 2025 ditetapkan sebesar Rp5.437.203, menjadikannya sebagai UMK kelima tertinggi di Jawa Barat.
Pada sektor lingkungan, Dedie Rachim menegaskan komitmen Pemkot Bogor dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satunya melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) TPAS Galuga bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kerja sama tersebut menjadi tahapan penting menuju realisasi Waste to Energy (WtE) melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan TPAS Galuga, sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah perkotaan.
Mengakhiri pemaparannya, Dedie Rachim menegaskan pentingnya sinkronisasi program nasional dengan kebijakan daerah. Sejumlah program strategis yang disiapkan Pemkot Bogor antara lain penyediaan lahan untuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di Kelurahan Rancamaya, pengembangan Koperasi Merah Putih, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta dukungan terhadap program nasional lainnya.
Editor : Adjet

