BRO. KOTA BOGOR – Pembangunan Jembatan Garuda (Jembatan III) di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan pada Kamis, 9 April 2026, sebagai bagian dari program pembangunan jembatan yang diprakarsai TNI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan DPRD Kota Bogor.
Groundbreaking yang berlangsung di RT 04/RW 04 Kelurahan Harjasari tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor M. Rusli Prihatevy, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, serta Komandan Kodim 0606/Kota Bogor Kolonel Kav Gan Gan Rusgandara.
Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor M. Rusli Prihatevy menegaskan pembangunan jembatan ini sangat penting untuk memperkuat mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Bogor Selatan.
“DPRD Kota Bogor sangat mendukung pembangunan ini. Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi urat nadi ekonomi warga Harjasari,” kata Rusli.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya untuk mempermudah akses menuju sekolah, tempat ibadah, serta aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menjelaskan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program nasional pembangunan jembatan oleh TNI yang menargetkan pembangunan 10 hingga 15 jembatan setiap bulan di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pembangunan jembatan di Harjasari memiliki nilai strategis karena akan membuka akses masyarakat yang sebelumnya terbatas.
“Ini bentuk kehadiran negara melalui sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dedikasi TNI yang membantu membuka akses warga menuju tempat ibadah dan sekolah,” ujar Jenal.
Di sisi lain, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Kav Gan Gan Rusgandara menyampaikan bahwa untuk wilayah Korem 061/Surya Kancana, pihaknya menargetkan pembangunan satu jembatan setiap bulan.
Penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui survei bersama antara TNI, Pemkot Bogor, dan DPRD Kota Bogor, dengan mempertimbangkan tingkat urgensi serta manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kriteria utama lokasi pembangunan adalah jembatan yang menghubungkan dua wilayah dan memiliki dampak besar bagi akses pendidikan serta kegiatan ekonomi warga,” jelas Gan Gan.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat dilibatkan langsung dalam proses pembangunan agar muncul rasa memiliki terhadap infrastruktur tersebut.
“Dengan keterlibatan warga, kami berharap jembatan ini bisa dijaga dan dirawat bersama,” pungkasnya.
Editor : Adjet
