Prabowo Perintahkan BGN Tertibkan Dapur MBG yang “Jelek”, SPPG Tak Sesuai Juknis Siap Disuspend

BRO. JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menertibkan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar teknis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perintah tersebut disampaikan langsung Presiden kepada Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, usai rapat kerja bersama anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian dan lembaga, serta para direktur utama BUMN.

“Presiden memerintahkan agar dapur-dapur yang jelek atau tidak mengikuti juknis segera ditertibkan,” kata Nanik, Rabu (8/4).

Baca Juga : Viral Motor Berlogo BGN, Kepala BGN Tegaskan Pengadaan Masuk Anggaran 2025 dan Belum Didistribusikan

Dalam kesempatan itu, Nanik melaporkan kepada Presiden bahwa BGN terus melakukan suspend atau penutupan sementara terhadap SPPG yang melanggar petunjuk teknis. Langkah tersebut diambil, antara lain, jika dapur program MBG menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), melakukan mark up harga bahan baku, hingga praktik monopoli pemasok bahan makanan.

Menurut Nanik, Presiden merespons laporan tersebut dengan positif dan meminta langkah pengawasan terus dilanjutkan.

“Bagus, lanjutkan terus,” ujar Nanik menirukan respons Presiden Prabowo yang bahkan mengacungkan jempol.

Selain penertiban dapur MBG, Presiden juga menekankan agar program Makan Bergizi Gratis difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi.

“Kalau anak-anak dari keluarga mampu, mereka sebenarnya tidak membutuhkan MBG karena orang tuanya sudah bisa menyediakan makanan bergizi di rumah,” jelas Nanik.

Baca Juga : BGN Hentikan Sementara 1.512 Operasional SPPG di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya

Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, BGN berencana membentuk tim khusus yang bertugas menyisir penerima manfaat MBG agar bantuan tidak salah sasaran dan tidak menimbulkan pemborosan anggaran.

Presiden juga mengingatkan agar pelaksanaan program MBG tidak dilakukan secara memaksa, terutama bagi sekolah atau kelompok masyarakat yang merasa tidak membutuhkan program tersebut.

“Presiden menegaskan program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” ujar Nanik.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program MBG efektif meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” tutup Nanik.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses