BRO. KOTA BOGOR – Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, mengapresiasi komitmen RS Ummi Bogor dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui program magang nasional. RS Ummi dinilai layak menjadi role model karena aktif menyerap ratusan peserta magang dari target 1.000 anak muda di sektor kesehatan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Gedung RS Ummi, Empang, Bogor Selatan, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri jajaran manajemen, termasuk Direktur Utama RS Ummi dr. Najib Askar.
Dalam sambutannya, Afriansyah menegaskan program magang nasional merupakan instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menekan angka pengangguran, khususnya dari kalangan lulusan baru. Program yang diluncurkan akhir 2025 itu telah menyasar 100.000 peserta dan ditargetkan meningkat menjadi 150.000 orang.
“RS Ummi meski bertipe C, mampu melayani hampir 1.000 pasien setiap hari, mayoritas pengguna BPJS Kesehatan. Ini menunjukkan orientasi pelayanan, bukan sekadar profit,” ujar Afriansyah.
Saat ini, terdapat 120 peserta magang di RS Ummi yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari perawat, tenaga teknis kefarmasian, apoteker hingga administrasi. Program magang berlangsung selama enam bulan dengan penempatan sesuai latar belakang pendidikan peserta.
“Lulusan kimia ditempatkan di laboratorium, akuntansi di bagian keuangan. Mereka mendapat pengalaman kerja langsung sesuai kompetensi,” jelasnya.
Menariknya, peserta magang juga memperoleh uang saku sekitar Rp5 juta per bulan untuk wilayah Bogor, setara Upah Minimum Kota (UMK). Menurut Afriansyah, hal ini menjadi motivasi tambahan bagi peserta untuk meningkatkan kinerja.
“Ini bukan sekadar honor, tetapi bentuk dukungan agar mereka fokus belajar dan bekerja selama program berlangsung,” tegasnya.
Selain itu, Afriansyah mendorong lulusan perguruan tinggi, termasuk Universitas Ummi, untuk memanfaatkan peluang kerja di luar negeri seperti Jepang yang tengah mengalami kekurangan tenaga usia produktif.
“Pekerja Indonesia dikenal sopan, rajin, dan punya etos kerja baik. Ini menjadi nilai tambah di mata dunia internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS Ummi, dr. Najib Askar, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari Kementerian Ketenagakerjaan yang menjadikan RS Ummi sebagai mitra program magang Batch 1 dan Batch 2.
“RS Ummi memiliki 206 tempat tidur dengan 478 karyawan, dan saat ini menjadi salah satu rumah sakit dengan kunjungan pasien tertinggi di Kota Bogor,” ungkapnya.
Ia menilai program magang menjadi jembatan efektif antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Para peserta dinilai memiliki kompetensi baik dan mampu beradaptasi cepat di lingkungan kerja.
“Secara kinerja, peserta magang hampir setara dengan karyawan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas,” pungkasnya.
Editor : Adjet
