90 Siswa SMPN 2 Cisarua Puncak Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke RSPG Bogor

“Anak-anak sekolah dievakuasi ke rumah sakit RSPG. Keselamatan para siswa kita utamakan dulu,” ujar AKP Budi (21/10)

BRO. PUNCAK BOGOR – Sebanyak 90 siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/10/2026). Para siswa yang mengalami gejala tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, jumlah siswa yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai sekitar 90 orang.

“Sudah banyak, hampir 90-an ini,” kata AKP Budi, kepada bogornetwork.com Rabu (21/10/2026)

Beginilah situasi di RSPG Bogor, saat memberikan pertolongan terhadap puluhan siswa SMPN 2 Cisarua, Kabupaten Bogor diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu 21 Oktober 2026. Foto : dok

Menurut Budi, gejala mulai muncul sekitar pukul 08.00 WIB, setelah para siswa mengonsumsi makanan dan minuman susu. Siswa yang terdampak berasal dari kelas VII dan VIII.

“Jam 8 pagi ada yang makan dan minum susu. Gejalanya seperti itu. Anak SMP kelas 1 dan kelas 2 makannya bareng,” jelasnya.

Budi mengatakan, para siswa kemudian dievakuasi ke RSPG Cisarua untuk mendapatkan perawatan. Penanganan medis menjadi prioritas sembari menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Anak-anak sekolah dievakuasi ke rumah sakit RSPG. Keselamatan para siswa kita utamakan dulu,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan uji laboratorium untuk memastikan apakah kejadian itu berkaitan dengan makanan atau susu yang dikonsumsi para siswa.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor bersama kepolisian melakukan pendataan terhadap siswa yang terdampak. Sampel makanan dan susu juga diambil untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Sebagai langkah antisipasi, distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)  yang diduga terkait dengan kejadian tersebut dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan dan investigasi selesai.

Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memastikan penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar penentuan langkah penanganan lebih lanjut.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses