SC Musda XI Golkar Kota Bogor: Penolakan Bakal Calon Ketua DPD Prematur, Pendaftaran Belum Dibuka

BRO. KOTA BOGOR – Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Bogor menilai penolakan terhadap bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor sebelum tahapan penjaringan resmi dibuka merupakan tindakan yang prematur dan tidak sesuai mekanisme organisasi.

Ketua SC Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, M. Alexander, mengatakan hingga saat ini panitia belum membuka tahapan pendaftaran maupun penjaringan bakal calon. Saat ini, panitia masih berada pada tahap persiapan pelaksanaan Musda.

Pernyataan tersebut disampaikan Alexander menanggapi sikap tiga kader Partai Golkar, yakni Erlangga Pramada, Heri Cahyono, dan Naufal, yang menyatakan penolakan terhadap kemungkinan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy, kembali maju dalam pemilihan ketua.

“Bagaimana bisa ada bakal calon yang menolak bakal calon lain, sementara tahapan saja belum dimulai. Pendaftaran belum dibuka, pengambilan formulir juga belum dilakukan. Kami pun belum mengetahui siapa saja kader yang nantinya akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon,” kata Alexander kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Alexander menegaskan, seseorang baru dapat berstatus sebagai bakal calon setelah tahapan penjaringan resmi dibuka sesuai mekanisme organisasi. Karena itu, seluruh kader memiliki hak yang sama untuk mengikuti proses pencalonan selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar.

Ia meminta seluruh kader menghormati mekanisme organisasi dan tidak membangun opini yang berpotensi memicu perpecahan internal sebelum proses penjaringan dimulai.

“Siapa pun yang maju adalah kader terbaik Partai Golkar dan memiliki hak yang sama menjadi bakal calon sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Jangan sampai sudah ada penolakan, padahal penjaringan bakal calon saja belum dibuka,” ujarnya.

Menurut Alexander, SC Musda juga akan mencermati dinamika yang berkembang untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan organisasi. Bahkan, jika diperlukan, panitia akan berkoordinasi dengan DPD Partai Golkar Jawa Barat terkait langkah yang akan diambil.

“Kami masih melihat apakah ini menjadi sebuah pelanggaran atau perlu kami laporkan ke Jawa Barat. Yang jelas, kami berharap persoalan ini tidak semakin meruncing sehingga Musda XI Partai Golkar Kota Bogor dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan berkualitas sesuai mekanisme organisasi,” tegasnya.

Meski muncul dinamika menjelang Musda, Alexander memastikan soliditas internal Partai Golkar Kota Bogor tetap terjaga. Seluruh unsur partai, kata dia, masih memberikan dukungan terhadap tahapan persiapan Musda yang sedang berlangsung.

“Sampai hari ini tidak mengganggu soliditas kader. Seluruh stakeholder Partai Golkar tetap mendukung tahapan yang kami laksanakan. Artinya, kekompakan Partai Golkar Kota Bogor tetap terjaga,” ucapnya.

Terkait masa pendaftaran yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Alexander menilai waktu tersebut sudah memadai. Menurutnya, persyaratan pencalonan tidak rumit dan ditujukan bagi kader Partai Golkar yang telah memenuhi ketentuan organisasi.

“Saya kira waktu yang kami berikan cukup untuk memenuhi seluruh persyaratan. Yang akan mendaftar tentu kader-kader Partai Golkar yang sudah memahami mekanisme organisasi dan telah teruji sebagai kader,” pungkasnya.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses