“Kalau ditanya sesuai ekspektasi, saya sih belum. GOR Pajajaran indoor kirain mau seperti apa, ternyata masih begitu saja. lapangan dan lantainya masih sama, hanya dicat dan ada penambahan sedikit-sedikit,” ujar Purwana kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
BRO. KOTA BOGOR – Revitalisasi Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran yang dipersiapkan sebagai salah satu venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 menuai beragam respons. Sejumlah pegiat olahraga menilai pembenahan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor belum sesuai ekspektasi.
Pemkot Bogor diketahui tengah merevitalisasi GOR Pajajaran sebagai bagian dari kesiapan menjadi tuan rumah Porprov Jabar 2026. Namun, sejumlah kalangan menilai hasil revitalisasi tahap awal masih terkesan minim perubahan.
Tokoh bola basket Kota Bogor, Purwana Riyadi, menyebut revitalisasi GOR Pajajaran, khususnya gedung indoor, belum memberikan perbedaan signifikan.
“Kalau ditanya sesuai ekspektasi, saya sih belum. GOR Pajajaran indoor kirain mau seperti apa, ternyata masih begitu saja. lapangan dan lantainya masih sama, hanya dicat dan ada penambahan sedikit-sedikit,” ujar Purwana kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, kondisi GOR semi indoor pun tak jauh berbeda. Perubahan yang terlihat hanya sebatas pengecatan tanpa penambahan fasilitas penunjang, seperti tribun penonton atau kursi tambahan.
“Kirain mau ditambah tribun kiri-kanannya, ternyata tidak. Padahal kalau namanya revitalisasi, harapannya ada sesuatu yang baru dan berbeda, tapi hasilnya tidak jauh berbeda,” tegasnya.
Purwana menilai, dengan kondisi saat ini, GOR Pajajaran masih memungkinkan digunakan untuk cabang olahraga perorangan, seperti bela diri. Namun, untuk cabang olahraga beregu, fasilitasnya dinilai belum memadai.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi langkah Pemkot Bogor dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Porprov Jabar 2026.
“Ini bentuk keseriusan Kota Bogor, baik pemerintah maupun stakeholder, termasuk KONI. Semoga keseriusan ini sejalan dengan peningkatan prestasi olahraga ke depan,” ujarnya.
Penilaian serupa disampaikan Jaka Mordigian. Ia mengapresiasi upaya Pemkot Bogor dalam membenahi GOR Pajajaran, namun mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan.
“Kami apresiasi Pemkot Bogor yang sudah berupaya maksimal mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Porprov dengan merevitalisasi GOR Pajajaran. Tapi memang masih ada kekurangan di berbagai aspek, kemungkinan penataannya belum selesai dan masih berlanjut,” katanya.
Diketahui, sejumlah venue olahraga di Kota Bogor ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Porprov Jabar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana, memastikan revitalisasi GOR Pajajaran akan terus berlanjut hingga memenuhi standar yang ditetapkan.
“Beberapa fasilitas yang belum memenuhi standar di tahap pertama akan menjadi prioritas pada tahap kedua dan ketiga,” jelas Anas.
Ia mencontohkan lintasan atletik di kawasan GOR Pajajaran yang saat ini masih enam lintasan dan direncanakan akan ditambah menjadi delapan lintasan.
“Kolam renang juga masih ada tiga yang akan kami perbaiki. Tahun depan langsung kami anggarkan untuk tiga kolam yang belum tersentuh,” ujarnya.
Selain peningkatan fasilitas olahraga, Dispora Kota Bogor juga berencana menata ulang kawasan GOR Pajajaran, termasuk penambahan lahan parkir.
“Beberapa gedung akan kami bongkar untuk dijadikan area parkir. Pintu masuk utama di Jalan Pemuda, parkir mobil kami pusatkan di dalam area, sementara parkir motor di luar area parkir mobil,” pungkas Anas.
Editor : Adjet
