KONI Kota Bogor Siap Akselerasi DBON, Perkuat Sport Science dan Pembinaan Cabor Prestasi

BRO. KOTA BOGOR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor menegaskan kesiapan penuh dalam mengimplementasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dicanangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Komitmen ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan cabang olahraga (cabor) prestasi secara terstruktur dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna, menyatakan bahwa kebijakan DBON sejalan dengan visi penguatan ekosistem olahraga nasional. Menurutnya, DBON harus diterjemahkan secara konkret melalui penguatan basis pembinaan cabor di daerah.

“Ini selaras dengan DBON yang dicanangkan pemerintah. Meski bukan hal baru, DBON harus ditafsirkan dan dijalankan dengan penguatan basis cabor. Kami sangat mengapresiasi langkah strategis Kemenpora dalam menata olahraga nasional,” ujar Dedi.

Fokus Sport Science dan Sistem Digital Pembinaan Dedi mengungkapkan, Kota Bogor telah lebih awal menyiapkan sistem pembinaan olahraga modern. Sinergi KONI dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor menghasilkan sistem pembinaan berbasis digital yang terintegrasi dan siap disosialisasikan.

“Kami sudah membangun sistem pembinaan yang baik, termasuk sistem digital hasil kerja sama dengan Dispora. Program kerja KONI Kota Bogor tahun 2026 akan fokus pada sosialisasi sistem ini, terutama kepada pelajar dan masyarakat,” jelasnya.

Dalam implementasi DBON, KONI Kota Bogor akan memberikan perhatian khusus pada cabor prioritas melalui pendekatan sport science. Namun demikian, Dedi menegaskan bahwa seluruh cabor prestasi tetap mendapatkan perlakuan yang setara.

“Semua cabor kami perlakukan secara equal. Kontribusi atlet Kota Bogor terbukti di berbagai ajang, mulai dari Popda, Porprov, hingga PON,” tegasnya.

Pordasi Siap Jadi Anggota Penuh KONI Kota Bogor
Selain penguatan cabor unggulan DBON, KONI Kota Bogor juga tengah mempersiapkan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) untuk menjadi anggota penuh pada tahun ini.

“Potensi atlet berkuda di Bogor sangat besar. Secara historis, sebelum ada GOR Pajajaran, Bogor dikenal sebagai kawasan pacuan kuda. Artinya, Pordasi punya akar kuat di Bogor. Kami optimistis pembinaan bisa kembali dimaksimalkan,” pungkas Dedi.

Dengan penguatan sport science, sistem digital, serta pembinaan cabor yang merata, KONI Kota Bogor optimistis mampu melahirkan atlet berprestasi dan berkontribusi nyata dalam menyukseskan DBON di tingkat nasional.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses