“Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar itu dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan teknis yang berpotensi membahayakan pengguna”
BRO. KOTA BOGOR – Hasil revitalisasi Kolam Renang Mila Kencana di Kota Bogor menuai protes dari pegiat olahraga aquatik. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar itu dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan teknis yang berpotensi membahayakan pengguna.
Keluhan muncul dari kondisi keramik di pinggir kolam yang licin dan tidak seragam, serta pemasangan besi pengait lintasan renang yang berada di luar kolam. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai standar fasilitas olahraga air.
Salah satu pegiat olahraga aquatik di Kota Bogor mengaku sudah ada pengunjung yang terpeleset akibat keramik yang terlalu licin.
“Pernah ada yang kepeleset karena keramik di pinggir kolam sangat licin. Harusnya menggunakan keramik kasar atau andesit. Kemudian besi pengait tali lintasan ada di luar kolam, seharusnya di dalam kolam. Itu membahayakan. Kalau sampai ada yang jatuh dan tertusuk bagaimana? Apalagi cuma ditutup pakai busa,” ujarnya, Kamis (26/3).
Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor segera melakukan perbaikan agar tidak menimbulkan korban.
“Kami maunya segera diperbaiki. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.
Kritik serupa juga disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Jatirin. Ia mendesak Dispora segera mengganti keramik licin serta memindahkan posisi besi pengait lintasan renang.
Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, risiko kecelakaan bagi perenang sangat besar.
“Kami khawatir kalau tidak segera ditindaklanjuti oleh Dispora. Jangan sampai ada perenang terpeleset lalu membentur besi pengait. Itu bisa fatal. Jadi kami minta segera diganti untuk menghindari risiko,” tegas politisi PKB tersebut.
Jatirin juga menilai proyek pembangunan sarana olahraga seharusnya dikerjakan oleh kontraktor yang benar-benar memahami standar fasilitas olahraga.
“Pembangunan sarana olahraga itu punya spesifikasi dan regulasi tersendiri. Idealnya kontraktor berkomunikasi dengan cabang olahraga dan KONI agar fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan atlet,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bogor, Sultodi Mahbub, mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah kekurangan tersebut.
Menurutnya, keramik yang licin akan diganti dan besi pengait lintasan akan dipindahkan pada APBD Perubahan 2026.
“Kami akan perbaiki dan anggarkan di APBD Perubahan 2026. Untuk sementara, besi pengait lintasan akan dilepas dan keramik yang licin dipasangi karet agar tidak membahayakan,” kata Sultodi.
Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan pekerjaan revitalisasi sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun, pemasangan besi pengait lintasan renang disebut tidak tercantum dalam RAB awal.
“Pemasangan besi lintasan itu atas keinginan cabang olahraga aquatik,” jelasnya.
Terkait koordinasi kontraktor dengan cabang olahraga selama proses pembangunan, Sultodi mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Yang jelas kontraktor mengerjakan sesuai dengan RAB,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penentuan pemenang tender bukan kewenangan Dispora, melainkan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor.
“Penentuan pemenang tender menjadi kewenangan PBJ. Saat lelang tentu dilihat HPS dan SBU-nya,” katanya.
Sultodi mengakui Kolam Renang Mila Kencana belum memenuhi standar nasional maupun olimpiade, karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Memang belum sesuai standar karena kemampuan keuangan daerah terbatas. Perbaikan dilakukan bertahap setiap tahun,” ungkapnya.
Tahun ini, Pemkot Bogor juga berencana melanjutkan revitalisasi Kolam Renang Mila Kencana dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.
“Rencananya April sudah ada pemenang tender. Revitalisasi berikutnya akan fokus pada kolam rekreasi serta pembangunan pagar pembatas kolam prestasi agar masyarakat umum tidak masuk saat atlet sedang berlatih,” tandasnya.
Editor : Adjet
