Diduga Bentak Pasien, Oknum Security RSUD Kota Bogor Tuai Sorotan

“Dugaan sikap arogan oknum petugas keamanan (security) di RSUD Kota Bogor kembali menjadi sorotan. Seorang pasien mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat menjalani proses administrasi kepulangan dari rumah sakit, Jumat (3/7/2026).”

BRO. KOTA BOGOR – Dugaan sikap arogan oknum petugas keamanan (security) di RSUD Kota Bogor kembali menjadi sorotan. Seorang pasien berinisial MZ yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bogor mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat menjalani proses administrasi kepulangan dari rumah sakit, Jumat (3/7/2026).

Insiden yang berujung adu mulut tersebut diduga dipicu kesalahpahaman terkait prosedur pembayaran pasien umum non-BPJS.

MZ menuturkan, dirinya datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bogor pada Kamis malam (2/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB setelah mengalami gangguan kesehatan yang mengarah pada indikasi pembengkakan jantung.

Setibanya di rumah sakit, ia langsung menjalani serangkaian pemeriksaan medis, mulai dari rontgen hingga rekam jantung atau EKG. Setelah pemeriksaan selesai, tim medis memutuskan pasien harus menjalani perawatan di ruang rawat inap untuk observasi lebih lanjut.

Keesokan harinya, Jumat pagi (3/7/2026), kondisi MZ dilaporkan membaik sehingga keluarga mengurus proses kepulangan dan penyelesaian administrasi pembayaran di loket kasir.

Namun, suasana mendadak memanas ketika salah seorang anggota keluarga pasien hendak menggunakan fasilitas toilet di area rumah sakit. Menurut MZ, seorang petugas keamanan berinisial R menegur keluarganya dengan nada tinggi yang dinilai tidak mencerminkan pelayanan humanis kepada pasien maupun keluarga pasien.

“Ke kasir dulu dong,” ujar petugas tersebut, sebagaimana ditirukan kembali oleh pihak keluarga.

Merasa keluarganya diperlakukan tidak semestinya, MZ yang saat itu masih dalam masa pemulihan spontan memberikan respons.

“Ya sabar, saya tidak ke mana-mana,” kata MZ.

Ia menegaskan bahwa dirinya maupun keluarga tidak pernah berniat menghindari kewajiban administrasi dan seluruh proses pembayaran tetap akan diselesaikan sesuai ketentuan rumah sakit.

“Yang saya sesalkan bukan soal prosedurnya, tetapi cara penyampaiannya. Pasien dan keluarga juga harus diperlakukan dengan baik, apalagi saat kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, kedua belah pihak sempat menjalani mediasi di lingkungan RSUD Kota Bogor sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun menurut MZ, proses mediasi belum sepenuhnya meredakan ketegangan karena petugas yang bersangkutan dinilai masih mempertahankan sikap yang sama. Mediasi tersebut turut disaksikan oleh dua kerabat pasien.

Menanggapi kejadian tersebut, Humas RSUD Kota Bogor, dr. Utami Sulistyaningsih, menyatakan pihak rumah sakit akan melakukan koordinasi internal guna mengklarifikasi dan menelusuri informasi yang disampaikan.

“Saya koordinasikan dulu dengan Pak Kabid,” kata dr. Utami saat dikonfirmasi.

Kasus ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap pentingnya kualitas pelayanan, komunikasi, dan pendekatan humanis seluruh petugas rumah sakit, termasuk petugas keamanan yang menjadi garda terdepan dalam berinteraksi dengan pasien dan keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kota Bogor masih melakukan penelusuran terkait dugaan insiden tersebut dan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses