“Kami sudah memberikan teguran, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan. Pembuangan limbah masih terus terjadi,” ujar Lurah Hardi, Rabu (29/4/2026).
BRO. KOTA BOGOR – Pusat perbelanjaan Botani Square dan Hotel Santika Bogor diduga membuang limbah ke Sungai Ciparigi, tepatnya di Kampung Babakan Fakultas, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah. Warga mengeluhkan bau menyengat yang muncul saat aliran limbah dibuang ke sungai.
Keluhan tersebut tidak terjadi setiap hari, namun bau tidak sedap kerap tercium ketika proses pembuangan berlangsung. Selain bau, warga juga menyoroti perubahan kondisi air sungai.
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengatakan pihaknya telah melayangkan teguran kepada pengelola Botani Square, baik secara lisan maupun tertulis. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait.
“Kami sudah memberikan teguran, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan. Pembuangan limbah masih terus terjadi,” ujar Hardi, Rabu (29/4/2026).
Hardi mengungkapkan, pihaknya juga telah meminta hasil uji laboratorium dari Botani Square dan Hotel Santika Bogor guna memastikan limbah yang dibuang tidak membahayakan masyarakat. Namun permintaan tersebut belum dipenuhi.
“Kami minta hasil uji laboratorium untuk memastikan dampaknya, tapi sampai sekarang belum diberikan,” katanya.
Menurutnya, dampak yang paling dirasakan warga adalah bau menyengat serta perubahan warna air sungai. Ia juga menyebut adanya pipa berukuran besar yang diduga menjadi saluran pembuangan langsung ke Sungai Ciparigi.
“Ada pipa besar, khususnya dari Botani Square, bahkan lebih dari satu, yang mengarah langsung ke sungai,” ungkapnya.
Terkait keberadaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), Hardi mengaku belum mendapat informasi pasti. Namun, pihak pengelola disebut mengakui adanya pembuangan ke Sungai Ciparigi.
Sementara itu, Ketua RT 05 RW 04 Kampung Babakan Fakultas, Dedie Junaidi, mengatakan aliran limbah biasanya muncul saat proses pengurasan dan tidak terjadi setiap hari.
“Air keluar saat pengurasan saja, tidak setiap hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan serius akibat limbah tersebut, meski kualitas air dinilai menurun.
“Belum ada laporan keracunan atau gangguan pernapasan, tapi kualitas air memang tidak baik,” ucapnya.
Dedie juga menyebut air yang mengalir tampak berwarna putih dengan bau tidak sedap, menyerupai limbah rumah tangga.
“Airnya putih dan berbau seperti limbah dapur atau septic tank,” pungkasnya.
Editor : Adjet
