Pemkot Bogor Apresiasi Yayasan HBLM, 512 Balita Berhasil Keluar dari Stunting pada 2026

BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memberikan penghargaan kepada Yayasan HBLM atas kontribusinya dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Bogor.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TPPPS) Kota Bogor, , dalam kegiatan konvergensi stunting di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (30/6/2026).

Jenal Mutaqin mengatakan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, Pemkot Bogor mengapresiasi peran yayasan, komunitas, dan para donatur yang selama ini aktif membantu pemenuhan gizi balita dan keluarga berisiko stunting.

“Yayasan ini sudah lama bergerak membantu balita dan anak-anak secara konsisten setiap bulan. Ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting di Kota Bogor dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ujar Jenal.

Untuk meningkatkan transparansi bantuan, Pemkot Bogor mengoptimalkan aplikasi Besti (Bebas Stunting) yang memungkinkan para donatur memantau perkembangan anak asuh secara langsung, mulai dari berat badan, tinggi badan, status gizi hingga lingkar kepala.

Menurut Jenal, penurunan angka stunting di Kota Bogor terus menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data rekonsiliasi Januari hingga Juni 2026, sebanyak 512 balita telah dinyatakan keluar dari status stunting.

Pemkot Bogor kini fokus pada strategi pencegahan menjelang Bulan Penimbangan Balita (BPB) Agustus 2026 dengan target tidak muncul kasus stunting baru atau Zero New Stunting.

“Stunting bukan hanya persoalan tinggi dan berat badan anak, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, selain pemenuhan gizi, faktor pola asuh, sanitasi dan akses air bersih menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Babakan Pasar, Kartini Wulandari mengungkapkan angka stunting di wilayahnya terus menurun berkat kolaborasi pemerintah, kader kesehatan, komunitas dan dunia usaha.

“Jumlah anak stunting dan rawan stunting yang sebelumnya mencapai 49 anak kini tersisa 9 anak berdasarkan hasil penimbangan terakhir Februari 2026,” kata Kartini.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi pengasuhan dan gizi bagi masyarakat serta penyaluran bantuan berupa susu, telur, dan buah-buahan kepada anak stunting, ibu hamil, keluarga berisiko stunting, dan calon pengantin.

Pemkot Bogor berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan media terus diperkuat guna mempercepat terwujudnya Kota Bogor bebas stunting menuju Generasi Emas 2045.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses