SDN Ciheuleut 2 Bogor Dorong Orang Tua Terapkan Parenting Berbasis Emosi

BRO. KOTA BOGOR — SDN Ciheuleut 2, Bogor Timur, menggelar Exclusive Parenting Session bertema “Connect Sebelum Correct: Raih Hatinya, Bimbing Langkahnya” untuk memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan anak.

Kegiatan yang berlangsung di aula SDN Ciheuleut 2, Kamis (13/8/2026), itu diikuti 50 orang tua siswa. Selama 90 menit, peserta diajak memahami pentingnya kedekatan emosional, regulasi emosi, serta pola komunikasi yang tepat dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Sesi parenting tersebut menekankan bahwa pendidikan anak tidak semata-mata berkaitan dengan nilai akademik dan prestasi. Anak juga tengah belajar mengenal diri, mengelola emosi, bertanggung jawab, membangun hubungan sosial, hingga menghadapi kegagalan.

Emotional Healing Therapist Bunda Lili Marliyuana mengatakan, orang tua perlu memahami perilaku anak sebelum memberikan koreksi.

“Anak bukan hanya sedang belajar menjadi pintar. Anak sedang belajar menjadi manusia. Karena itu, sebelum kita sibuk memperbaiki perilaku anak, kita perlu memahami apa yang terjadi di balik perilakunya dan bagaimana kondisi emosi kita saat merespons anak,” ujar Bunda Lili.

Menurutnya, kemampuan orang tua mengelola emosi menjadi bagian penting dalam pola asuh. Terlebih ketika menghadapi anak yang membantah, sulit diarahkan, atau berulang kali melakukan kesalahan.

Bunda Lili menegaskan, anak belajar mengelola emosi bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari.

“Regulasi emosi adalah bagian penting dari parenting. Kita ingin anak belajar sabar, maka anak juga perlu melihat bagaimana orang tuanya mengelola kemarahan. Kita ingin anak berani meminta maaf, maka orang tua juga perlu memberi contoh,” katanya.

Ia mengatakan orang tua tidak dituntut untuk selalu tenang atau tidak pernah marah. Namun, orang tua perlu memberikan jeda sebelum bereaksi agar emosi tidak mengambil alih cara mendidik anak.

“Orang tua tetap boleh kecewa, tetap boleh marah, dan tetap boleh memberi batasan. Tetapi emosi tidak boleh mengambil alih cara kita mendidik,” tegasnya.

Melalui konsep “Connect Sebelum Correct”, peserta diajak membangun hubungan emosional dengan anak sebelum memberikan arahan, teguran, maupun koreksi.

Bunda Lili menjelaskan, membangun koneksi bukan berarti membebaskan anak melakukan apa saja. Anak tetap membutuhkan aturan dan batasan yang jelas.

“Connect bukan berarti membiarkan anak melakukan apa saja. Anak tetap butuh aturan dan batasan. Tetapi ketika anak merasa terhubung, didengar, dan diterima, orang tua memiliki ruang yang lebih baik untuk membimbing perilakunya,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua juga dibekali lima langkah sederhana dalam pengasuhan, yakni meluangkan waktu hadir bersama anak selama 10 menit setiap hari, mendengarkan sebelum menasihati, memuji usaha bukan hanya hasil, memberikan tanggung jawab sederhana, serta menjadi teladan.

Peserta juga diajak melakukan refleksi “Jeda Sebelum Bereaksi” sebagai upaya membangun kebiasaan merespons perilaku anak secara lebih sadar.

Kepala SDN Ciheuleut 2 Bogor Timur, Nurjanah, S.Pd.SD., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua.

“Pendidikan anak tidak hanya tanggung jawab sekolah. Anak lebih banyak waktu di rumah, sehingga apa yang dibangun di sekolah perlu didukung di rumah,” ujar Nurjanah.

Ia berharap kegiatan parenting ini dapat mendorong orang tua tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan emosional, sosial, karakter, dan tanggung jawab anak.

Kegiatan ditutup dengan pesan bahwa anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Anak membutuhkan orang tua yang mau hadir, mendengarkan, memberikan batasan, terus belajar, dan menjadi teladan.

“Perubahan besar dalam keluarga bisa dimulai dari satu respons kecil yang berbeda,” pungkas Bunda Lili.

Editor : Adjet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses