BRO. KOTA BOGOR — Pencarian Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor, Bayu Zulkarnaen, yang diduga terseret arus Sungai Cisadane memasuki hari terakhir, Rabu (19/8/2026). Hingga kini, Bayu belum ditemukan.
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan metode Emergency Search and Rescue (ESAR) atau penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban kembali diperiksa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, mengatakan hingga Rabu pagi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Bayu.
“Masih pencarian, ESAR (penyisiran) itu. Belum ditemukan, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Teman-teman SAR hari ini masih melakukan upaya, masih proses pencarian,” kata Dimas.
Bayu merupakan ASN berusia 36 tahun yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bogor. Ia diketahui berdomisili di wilayah Pamoyanan.
Dugaan Bayu terseret arus Sungai Cisadane bermula setelah sepeda motor miliknya ditemukan berada di atas sebuah jembatan. Saat ditemukan, mesin sepeda motor tersebut masih menyala.
Temuan sepeda motor itu menjadi salah satu petunjuk awal bagi tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian. Petugas kemudian menyisir aliran Sungai Cisadane dan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.
Keluarga Sudah Lapor Polisi
Di tengah pencarian, keluarga Bayu juga telah melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan laporan orang hilang yang dibuat keluarga menjadi dasar bagi kepolisian untuk menelusuri lebih jauh kejadian yang dialami Bayu.
Jenal berharap kepolisian dapat mengungkap apa yang sebenarnya terjadi terhadap Bayu.
“Tapi ada batas SOP yang harus dilakukan, dan apalagi keluarga sudah melaporkan ke pihak kepolisian. Artinya, hari ini kita dukung kepolisian untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di lokasi tersebut terhadap saudara B,” jelas Jenal di Balai Kota Bogor, Rabu (19/8/2026).
Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Ihin Solihin, membenarkan pihaknya telah menerima laporan orang hilang dari keluarga Bayu.
Laporan tersebut diterima Polsek Bogor Selatan pada Minggu (16/8/2026).
“Sudah bikin surat keterangan orang hilang, hari Minggu diterima LP orang hilangnya,” kata Ihin saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).
Ihin mengatakan polisi tengah melakukan upaya pelacakan terhadap ponsel milik Bayu. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menelusuri jejak komunikasi atau percakapan terakhir korban.
“Ya kita berupaya dari hal tersebut paling lewat ponsel, paling kita coba pelacakan di ponsel, mencoba membuka percakapan korban,” jelasnya.
Menurut Ihin, hilangnya Bayu di sekitar kawasan Sungai Cisadane masih menyisakan sejumlah kejanggalan. Karena itu, polisi terus berupaya menggali informasi untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum Bayu dinyatakan hilang.
Sementara itu, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian di sepanjang aliran Sungai Cisadane. Hingga berita ini ditulis, Bayu belum ditemukan dan belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
Editor : Adjet
