BRO. KABUPATEN BOGOR – Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) berkolaborasi dengan tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University memperkuat ketangguhan Desa Cijeruk melalui penyusunan konsep mitigasi bencana longsor. Program ini dipaparkan dalam kegiatan Sosialisasi Antisipasi Bencana Longsor Cijeruk (ABC) di Kantor Desa Cijeruk, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 30 tokoh masyarakat dan aparatur desa. Sosialisasi ini menjadi langkah awal membangun budaya sadar bencana yang terstruktur dan berbasis kajian teknis di wilayah rawan longsor.
Desa Cijeruk memiliki kondisi geografis berbukit dengan kemiringan lereng yang cukup curam. Situasi ini menuntut perencanaan mitigasi bencana yang matang untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian materiil akibat longsor.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana ARM HA-IPB, Ir. Kusnadi, menjelaskan bahwa mitigasi bencana tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi harus diwujudkan dalam pengelolaan hubungan antara manusia dan lingkungan.
“Kepentingan ekonomi dan konservasi harus dikelola secara seimbang agar tercipta hubungan yang harmonis antara alam, lingkungan, dan manusia,” tegas Kusnadi.
ARM HA-IPB menekankan pentingnya kesadaran kolektif warga dalam menjaga kestabilan lingkungan sebagai investasi keselamatan jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan bencana.
Konsep mitigasi tersebut diperkuat oleh mahasiswa KKNT IPB University melalui penyusunan Peta Kerawanan Bencana Desa Cijeruk. Peta ini diserahkan kepada Pemerintah Desa sebagai dokumen rujukan resmi dalam perencanaan pembangunan dan penataan wilayah ke depan.
Kepala Desa Cijeruk, Haji Asep Saepul Rohman, S.IP., mengapresiasi pendampingan yang dilakukan ARM HA-IPB dan mahasiswa IPB University. Ia berharap materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan oleh pengurus Desa Tanggap Bencana (Destana), ketua RW, serta ketua RT.
“Ilmu yang diberikan sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi bencana longsor,” ujarnya.
Selain edukasi dan pemetaan, strategi mitigasi juga mencakup rencana reboisasi di titik-titik rawan longsor sebagai bagian dari mitigasi hijau. Penanaman kembali ini bertujuan memperkuat struktur tanah secara alami dan mengurangi potensi pergerakan lereng.
Ketua Destana Cijeruk, Abdul Qodir Zaelani, berharap kolaborasi dengan ARM HA-IPB dapat terus berlanjut guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana longsor di Desa Cijeruk.
Editor : Adjet
