Darurat Sampah Ciliwung! Pemkot Bogor Kerahkan 1.000 Peserta Bersihkan Sungai di Kedunghalang

BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung di kawasan Kampung Bebek (Saung Alkesa), Jalan PKPN RT 02 RW 07, Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 ini melibatkan sekitar 1.000 peserta dari unsur pemerintah, komunitas, dan masyarakat.

Aksi bersih Sungai Ciliwung dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bogor M. Rusli Prihatevy. Kegiatan ini diikuti jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kader PKK, Posyandu, Pramuka, Generasi Berencana (Genre), komunitas pesepeda, hingga kalangan pemuda.

Dalam peringatan Harganas 2026, DPPKB Kota Bogor mengusung program “9 Klaster Peduli” yang mencakup Peduli Stunting, Peduli Remaja, Peduli Lansia, Peduli Lingkungan, Peduli Hunian, Peduli Anak, Peduli Keluarga, Peduli Pendidikan, dan Peduli Ekonomi.

Menurut Jenal Mutaqin, rangkaian Harganas tahun ini dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Melalui implementasi sembilan klaster yang berjalan secara simultan, aksi bersih Sungai Ciliwung ini menjadi langkah konkret yang juga bertepatan dengan momentum menjelang Hari Sungai Nasional pada 28 Juli mendatang,” kata Jenal.

Selain membersihkan sungai, Pemkot Bogor juga menghadirkan berbagai layanan sosial dan kesehatan. Kegiatan tersebut meliputi dapur pangan untuk penanganan stunting, pembagian 200 paket sembako bagi keluarga berisiko stunting, pemberian makanan tambahan untuk balita, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga program dapur berbagi.

Salah satu program yang menarik perhatian adalah Ayah Tangguh, di mana para ayah memasak bersama dan menyajikan makanan bergizi bagi sekitar 1.000 warga yang hadir.

Jenal mengakui kondisi Sungai Ciliwung di wilayah Kedunghalang masih dipenuhi sampah. Debit air yang menurun akibat musim kemarau membuat tumpukan sampah dan pencemaran terlihat semakin jelas.

Ia menegaskan persoalan sampah sungai tidak bisa diselesaikan hanya melalui kegiatan sesaat, melainkan membutuhkan gerakan berkelanjutan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Persoalan sampah harus ditangani dari hulu hingga hilir. Karena itu kami melibatkan generasi muda, pegiat lingkungan, komunitas, dan masyarakat agar tumbuh rasa memiliki serta tanggung jawab menjaga lingkungan,” ujarnya.

Terkait solusi jangka panjang, Jenal berharap pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa/PSEL) di Kota dan Kabupaten Bogor dapat segera terealisasi. Ia menyinggung rencana groundbreaking proyek pengolahan sampah di Galuga yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus mendatang.

“Pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi sangat penting untuk mengurangi beban sampah yang selama ini mencemari lingkungan, termasuk aliran sungai,” tegasnya.

Jenal juga menekankan bahwa esensi Hari Keluarga Nasional adalah memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan peduli lingkungan. Semangat ini juga sejalan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang sebelumnya kami isi dengan kegiatan sosial bersama anak yatim dan penyandang disabilitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, mengatakan keberhasilan pelaksanaan Harganas 2026 didukung kolaborasi 14 instansi dan 21 mitra strategis.

Menurut Marse, seluruh program dalam sembilan klaster dijalankan secara terpadu, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), pemberdayaan UMKM, hingga gerakan Ayah Teladan.

“Melalui edukasi langsung di lapangan, kami berharap para remaja semakin menerapkan pola hidup sehat dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Marse menambahkan, seluruh sampah yang berhasil diangkat dari Sungai Ciliwung dalam aksi tersebut akan ditimbang untuk mengetahui total tonase sampah yang berhasil dibersihkan sebagai indikator keberhasilan gerakan peduli lingkungan dalam Harganas 2026.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses