BRO. KOTA BOGOR — Komisi III DPRD Kota Bogor turun langsung meninjau progres pembangunan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, Selasa (22/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan fisik berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi material, serta target waktu menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Kota Bogor memeriksa sejumlah fasilitas, mulai dari Tribun Barat GOR Pajajaran, arena utama, lintasan jogging track yang telah rampung, hingga lintasan atletik yang masih dalam tahap pengerjaan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, mengapresiasi progres dan kualitas material yang digunakan dalam pembangunan. Namun, ia menegaskan bahwa ketepatan waktu dan keselamatan kerja harus tetap menjadi perhatian utama.
“Mudah-mudahan target 2 Desember 2026 tercapai. Kami juga berpesan agar aspek keamanan dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Abdul Rosyid di lokasi peninjauan.
Selain arena utama, rombongan DPRD Kota Bogor juga mengecek fasilitas kolam renang yang akan digunakan sebagai salah satu venue pertandingan cabang olahraga pentathlon pada Porprov Jabar 2026.
Kolam renang utama disebut sudah dapat difungsikan. Sementara itu, pembangunan kolam pemanasan dengan kedalaman 80 sentimeter masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
Komisi III juga meninjau fasilitas wall climbing yang didatangkan langsung dari India. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari sarana olahraga yang dipersiapkan untuk mendukung aktivitas dan pembinaan atlet di Kota Bogor.
DPRD Minta Dispora Perketat Pengawasan
Komisi III DPRD Kota Bogor meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor memperketat pengawasan terhadap seluruh tahapan pembangunan GOR Pajajaran.
Pengawasan terutama diarahkan pada ketepatan waktu pengerjaan dan kesesuaian spesifikasi material dengan perencanaan.
“Ini penting karena Kota Bogor akan menjadi salah satu tuan rumah Porprov Jabar 2026 yang dijadwalkan mulai 6 November 2026,” kata Abdul Rosyid.
Gedung arena GOR Pajajaran dirancang memiliki kapasitas sekitar 2.000 tempat duduk di lantai satu. Fasilitas tersebut juga dilengkapi kafe, ruang rapat, serta area ticketing.
Sementara lantai dua akan digunakan sebagai ruang kantor pengelola dan kantor Dispora Kota Bogor. Gedung kantor Dispora yang lama direncanakan dibongkar pada akhir September hingga Oktober 2026.
Dispora Klaim Progres GOR Pajajaran Positif
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengatakan progres pembangunan kawasan GOR Pajajaran menunjukkan perkembangan positif.
Bahkan, penyelesaian sejumlah bagian stadion ditargetkan lebih cepat dibanding jadwal awal.
“Alhamdulillah progres pembangunan di kawasan GOR Pajajaran berjalan dengan baik. Untuk stadion, progresnya sudah menunjukkan hasil positif, tinggal sedikit lagi penyempurnaan. Kita targetkan akhir Oktober ini sudah selesai, lebih cepat dua bulan dari target awal,” ujar Anas.
Menurut Anas, pelaksanaan Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor akan menggunakan 17 venue yang tersebar di sejumlah lokasi.
Sejumlah cabang olahraga akan digelar di luar kawasan GOR Pajajaran. Cabang olahraga menembak, misalnya, akan menggunakan Lapangan Kahuripan di Bogor Barat. Sementara gantole akan berlangsung di Kabupaten Bogor, paralayang di kawasan Puncak, bola tangan di Sentul, dan arung jeram di Pamoyanan.
Adapun sejumlah cabang olahraga bela diri, seperti taekwondo dan karate, akan dipusatkan di GOR Pajajaran.
Anas optimistis seluruh infrastruktur pendukung dapat selesai dan mulai digunakan sesuai jadwal.
“Kita targetkan tanggal 2 Desember 2026 GOR sudah bisa digunakan secara resmi. Untuk kantor Dispora yang ada di Tribun Timur nanti akan kita tinggikan, dan kantor Dispora yang lama akan kita bongkar pada akhir September atau Oktober ini,” pungkasnya.
Editor : Adjet
