“Pastikan anak-anak tidak bermain di lereng atau sungai, apalagi arus Cisadane dan Ciliwung cukup deras serta dalam,” ujar Jenal
BRO. KOTA BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bertakziah ke rumah dua pelajar yang meninggal dunia akibat hanyut di Sungai Cisadane, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Jumat (19/9/2025).
Korban pertama berinisial MZ (13) warga Gang Asikin RT 01/03 Kelurahan Cilendek Timur, dan korban kedua berinisial R (14) warga Sindang Barang Pengkolan RT 08/04 Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat.
Baca Juga : Tragedi Cisadane Bogor: Dua Bocah Ditemukan Tewas Berpelukan Terseret Arus Sungai
“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, saya menyampaikan duka cita mendalam. Semoga kedua korban husnul khotimah,” kata Jenal Mutaqin.
Dalam kunjungan itu, Pemkot Bogor juga menyerahkan santunan dan memberikan semangat kepada keluarga korban.
Jenal Mutaqin mengimbau masyarakat, orang tua, hingga pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap pelajar agar tidak bermain di tepi sungai yang berarus deras.
“Pastikan anak-anak tidak bermain di lereng atau sungai, apalagi arus Cisadane dan Ciliwung cukup deras serta dalam,” ujarnya.
Ia menegaskan, petugas sudah memasang plang larangan berenang di titik-titik rawan, termasuk lokasi kejadian.
“Namun pengawasan bersama tetap penting. Tokoh masyarakat, orang tua, dan semua pihak harus saling mengingatkan. Meski takdir Tuhan tak ada yang tahu,” ungkapnya.
Jenal Mutaqin juga mengucapkan terima kasih kepada petugas gabungan dari BPBD, Tim SAR, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, TNI, serta masyarakat yang membantu pencarian korban.
“Untuk masyarakat yang ikut evakuasi selama empat jam, saya ucapkan terima kasih. Semoga mereka diberikan kesehatan agar tetap prima melayani,” tutupnya.
Diketahui, MZ dan R hanyut saat berenang di Sungai Cisadane pada Jumat (19/9/2025) sore. Setelah pencarian sekitar empat jam, keduanya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan.
Editor : Adjet
