Berita UtamaBogorianNewsPolitika

Tekan Penyebaran Covid-19, Partai Nasdem Kota Bogor Apresiasi Langkah Pemkot Bogor

loading...

BRO– Perkembangan jumlah kasus Covid-19 di Kota Bogor semakin mengkhawatirkan. Bukan hanya Warga, jumlah tenaga kesehatan juga banyak yang terpapar. Hampir seluruh rumah sakit rujukan di Kota Bogor penuh dengan pasien Covid-19, hal tersebut membuat ketersediaan stok tabung oksigen di rumah sakit menjadi semakin menipis.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius politisi Partai Nasdem Kota Bogor, Devie P Sultani ( DPS) saat di hubungi bogornetwork.com, minggu sore ( 04/07).

Menurut DPS, saat ini Kota Bogor sudah sangat darurat, penambahan pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit sekitar 70%, mulai dari yang bergejala sedang hingga berat.

“Sudah seperti air bah, penularan yang sangat cepat dari virus ini luar biasa sehingga yang terpapar cluster-cluster keluarga”, ujar DPS yang juga Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor.

Meski angka kasus Covid-19 terus meningkat, Sekjen Partai Nasdem Kota Bogor mengaku sangat mengapresiasi langkah kebijakan yang di keluarkan Pemerimtah Kota Bogor dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayahnya, mulai dari dioperasionalkannya kembali Rumah Sakit Lapangan, menambah tempat- tempat isolasi, menambah ketersediaan tempat tidur di setiap Rumah Sakit Rujukam Covid19, namun dibalik semua yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor ternyata muncul masalah lain yang harus dihadapi yakni ketersediaan tenaga kesehatan dan ketersediaan tabung oksigen.

politisi Partai Nasdem Kota Bogor, Devie P Sultani ( DPS).foto: Dok.SiBro

“Ketika semuanya telah di upayakan untuk menempatkan pasien Covid-19,  kurangnya tenaga kesehatan dan minimnya stok tabung oksiegn, dan Vitamin justru menjadi masalah baru, dan kondisi ini harus segera dicari jalan keluarnya secara bersama- sama, saya sangat apresiasi Pemerintah Kota Bogor dengan segala Upayanya,” ujar DPS.

Sementara itu, dengan melonjaknya angka kasus positif Covid19 di Kota Bogor, juga mengakibatkan naiknya tingkat kematian akibat Covid-19 di Kota Hujan ini. Menurut DPS, tingkat kematian akibat Covid-19 yang terkonfirmasi di RSUD Kota Bogor meningkat 13 % lebih.

” Dari data di RSUD Kota Bogor, tingkat kematian mencapai 13%, belum yang terkonfirmasi di rumah sakit lainnya, dan yang meninggal saat isoman di rumah, dan hingga saat ini warga kota Bogor yang menjalani isoman jumlah kurang lebih 4000 orang, ini sudah sangat mengkhawatirkan,” paparnya.

Penulis      : Iduy.YD
Editor       : Azwar Lazuardy

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close