MBG Kota Bogor Dievaluasi, Dedie Rachim Fokus Benahi Data Penerima Manfaat

“Ke depan Program MBG tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung percepatan penanggulangan stunting di Kota Bogor. Oleh karena itu, pembangunan basis data warga yang akurat menjadi kunci utama keberhasilan program,” kata Dedie Rachim

BRO. KOTA BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan pentingnya penguatan sistem pendataan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaat program benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh warga yang membutuhkan.

Penegasan tersebut disampaikan Dedie Rachim usai mengikuti Diskusi dan Evaluasi Program MBG Wilayah Kota Bogor bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang digelar di Hotel Aston Sentul, Jalan Pakuan, Senin (19/1/2026).

Dedie menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dibahas secara khusus sistem pendataan MBG yang saat ini tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bogor. Sistem tersebut tidak hanya berfungsi untuk memantau pelaksanaan program, tetapi juga memastikan akurasi data penerima manfaat.

“Sistem yang dikembangkan Kota Bogor ini bukan hanya untuk monitoring, tetapi memastikan warga yang menerima manfaat MBG benar-benar terdata dengan baik dan akurat,” ujar Dedie Rachim kepada awak media usai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah tingkat Kota Bogor di Masjid Agung Al-Isra, Selasa (20/1/2026).

Ia mengungkapkan, pendataan penerima manfaat MBG tidak hanya mengandalkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari Kementerian Pendidikan, tetapi juga diperluas untuk menjangkau kelompok masyarakat lain yang membutuhkan.

“Bukan hanya data Dapodik, tetapi juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, posyandu, anak balita, hingga anak-anak yang mengalami stunting,” jelasnya.

Menurut Dedie, ke depan Program MBG tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung percepatan penanggulangan stunting di Kota Bogor. Oleh karena itu, pembangunan basis data warga yang akurat menjadi kunci utama keberhasilan program.

“Program MBG akan kita perluas dan fokuskan juga untuk penanganan stunting. Kuncinya adalah database yang kuat dan akurat, agar distribusi manfaat benar-benar sesuai sasaran,” tegasnya.

Dedie menambahkan, penerima manfaat MBG harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya berdasarkan kelompok desil ekonomi.

“Desil 1 sampai desil 5 bisa menjadi alternatif penerima manfaat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan bantuan untuk anak-anak yang mengalami stunting,” katanya.

Saat ini, jumlah dapur MBG di Kota Bogor telah mencapai 86 dapur dari target 110 dapur. Setiap dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat.

“Dengan jumlah dapur yang sudah ada, sekitar 240 ribu warga Kota Bogor telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” pungkas Dedie Rachim.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses