BRO. MANGGARAI NTT— Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (ARM HA-IPB) bersama Wahana Muda Indonesia (WMI) membangun hunian sementara (Huntara) bagi penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya bagi warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan berat pada rumah akibat gempa.
Sebanyak 17 unit Huntara direncanakan dibangun menggunakan konstruksi rangka kayu. Dari jumlah tersebut, ARM HA-IPB berkomitmen mensponsori empat unit Huntara.
Huntara dibangun di Dusun Robek, Desa Paralando, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai. Pembangunan menggunakan material lokal, terutama kayu dan bahan bangunan yang tersedia di wilayah setempat.
Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Ir. Agus Rusli, M.M., mengatakan pembangunan Huntara ditujukan untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi para penyintas selama masa pemulihan.
“Pembangunan Huntara bertujuan menyediakan tempat tinggal yang lebih layak, aman, manusiawi, dan bermartabat bagi penyintas,” ujar Agus.
Menurut dia, keberadaan Huntara juga menjadi bagian dari mitigasi terhadap risiko kesehatan dan psikologis yang dapat muncul akibat warga terlalu lama tinggal di posko atau tenda pengungsian dengan fasilitas terbatas.
Selain menyediakan hunian, pembangunan Huntara menerapkan prinsip pemberdayaan masyarakat melalui gotong royong. Warga setempat dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan.
Penggunaan material lokal juga diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi terdampak. Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemulihan berbasis masyarakat dengan memperkuat solidaritas, kemandirian, dan kapasitas warga dalam menghadapi dampak bencana.
Penerima manfaat Huntara diprioritaskan bagi keluarga penyintas gempa yang memiliki tingkat kerentanan sosial dan ekonomi tinggi. Di antaranya keluarga yang dikepalai perempuan atau janda, lanjut usia yang hidup sendiri atau memiliki keterbatasan dukungan keluarga, serta kelompok rentan lainnya.
Agus mengatakan penetapan penerima manfaat dilakukan melalui proses asesmen dan verifikasi di lapangan.
“Penetapan penerima manfaat akan dilakukan WMI dan ARM HA-IPB melalui asesmen dan verifikasi di lapangan bersama pemerintah setempat,” jelasnya.
Pembangunan Huntara saat ini masih berlangsung. Para penyintas bersama relawan dan masyarakat setempat turut terlibat dalam pengerjaan.
ARM HA-IPB dan WMI menargetkan pembangunan Huntara dapat diselesaikan pada Oktober 2026 sehingga warga penerima manfaat dapat segera menempati hunian yang lebih layak selama proses pemulihan pascagempa.
Editor: Adjet
