BRO. KOTA BOGOR – Pengurus Pusat resmi melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola organisasi. Langkah tegas ini mencakup reformasi internal, penerapan digitalisasi administrasi melalui Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi, hingga pembubaran kepengurusan Cabang Kota Bogor.
Ketua Umum Perguruan Padjadjaran Nasional, Tb.Tatang S Sakabrata menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari reformasi internal guna mewujudkan organisasi yang profesional, tertib, dan akuntabel.
Reformasi Internal dan Satu Komando
Saat ini, Pengurus Pusat tengah fokus melakukan evaluasi, restrukturisasi, serta penertiban administrasi secara menyeluruh dari tingkat pusat hingga cabang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh roda organisasi berjalan dalam satu komando dan tidak ada lagi ketidaktertiban yang menghambat kemajuan perguruan.
Dokumen Wajib Gunakan TTE Tersertifikasi
Sebagai bagian dari modernisasi administrasi, Ketua Umum telah resmi menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi. Terhitung sejak kebijakan ini diberlakukan, seluruh dokumen resmi organisasi—mulai dari surat menyurat, surat tugas, hingga surat keputusan—wajib menggunakan TTE Ketua Umum.
“Dokumen tanpa TTE yang sah dinyatakan tidak berlaku atau harus diverifikasi ulang,” tegas Tb. Tatang.
Kebijakan ini bertujuan mencegah pemalsuan dokumen, mempercepat birokrasi, dan menjamin keaslian setiap keputusan organisasi.
Cabang Kota Bogor Dibubarkan
Pengurus Pusat juga mengambil tindakan tegas dengan membubarkan kepengurusan Cabang Kota Bogor. Keputusan ini disebut sebagai bagian integral dari pembenahan organisasi, bukan langkah sepihak.
Pembubaran dilakukan demi menjaga integritas, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap garis komando.
“Kami membutuhkan struktur yang solid, loyal, dan sejalan dengan visi misi perguruan,” ujar Tb. Tatang.
Instruksi Rapatkan Barisan
Ketua Umum menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk tetap tenang, merapatkan barisan, serta mematuhi setiap arahan Pengurus Pusat. Momentum pembenahan ini diharapkan menjadi titik balik menuju Perguruan Padjadjaran Nasional yang lebih tertib, maju, dan bermartabat.
Sebagai bagian dari transparansi, kebijakan pembenahan organisasi tersebut juga telah disampaikan kepada Kepala Kesbangpol Kota Bogor, Adi Novan, pada Jumat (12/12).
Editor : Adjet
