Petaka dari Landbow Pasir Jaya Bogor : Ular Belang Renggut Nyawa Pemuda dan Satu Kritis

BRO. KOTA BOGOR – Duka menyelimuti warga Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dua pemuda menjadi korban gigitan ular berbisa setelah nekat menangkap ular belang yang mereka kira tidak berbahaya di kawasan Landbow, RW 13, Pasir Jaya.

Peristiwa tragis itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis di RS Ummi Bogor.

Kejadian bermula pada Selasa sore (12/5/2026) ketika tiga remaja tengah bermain di area Landbow, lokasi yang biasa digunakan warga untuk olahraga dan lari pagi. Saat berada di lokasi, mereka menemukan seekor ular bermotif belang dan memutuskan untuk menangkapnya.

Tanpa mengetahui bahwa ular tersebut diduga jenis welang atau weling yang memiliki bisa mematikan, ular itu bahkan sempat dibawa pulang ke rumah.

“Saat itu mereka mengira hanya ular biasa. Mereka tidak tahu kalau ular belang itu sangat berbisa,” ujar salah satu warga setempat.

Menurut keterangan warga, kedua korban juga tidak langsung memberi tahu keluarga setelah terkena gigitan. Mereka menganggap luka gigitan tersebut bukan hal serius karena tidak menimbulkan rasa sakit berlebihan pada awal kejadian.

Namun kondisi keduanya mulai memburuk pada Rabu pagi (13/5/2026). Racun ular diduga mulai menyebar ke tubuh korban hingga menyebabkan gejala keracunan berat.

Salah satu korban bernama Umar, warga RT 01/RW 15 Kelurahan Pasir Jaya, akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis.

Sementara rekannya, Hendra, warga RT 02/RW 15 Pasir Jaya, hingga kini masih berjuang di ruang IGD RS Ummi Bogor dalam kondisi kritis.

“Korban atas nama Hendra masih dirawat intensif. Kondisinya masih kritis karena racun sudah menyebar,” tambah warga lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak sembarangan menangkap satwa liar, terutama ular dengan motif belang yang belum diketahui jenisnya.

Sejumlah jenis ular berbisa, seperti welang dan weling, diketahui memiliki racun neurotoksin yang menyerang sistem saraf.
Gigitan ular tersebut sering kali tidak langsung menimbulkan rasa sakit hebat, sehingga korban kerap terlambat menyadari bahayanya.

Warga diimbau segera meminta bantuan petugas berpengalaman atau komunitas evakuasi satwa jika menemukan ular di lingkungan permukiman.

Sementara kondisi Hendra masih terus dipantau tim medis di RS Ummi Bogor.

Editor : Adjet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses