RSUD R Moh Noh Nur Respon Cepat Tangani Pasien Terlantar, Kolaborasi IPSM Leuwiliang dan Dinsos Kabupaten Bogor

BRO. KABUPATEN BOGOR – RSUD R Moh Noh Nur bergerak cepat menangani seorang pasien laki-laki tanpa identitas yang ditemukan terlantar di Desa Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Penanganan dilakukan bersama IPSM Leuwiliang dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor sebagai bentuk respons kemanusiaan terhadap warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Pasien berinisial Mr. X ditemukan dalam kondisi tidak sadar di pinggir jalan pada Kamis, 11 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB oleh aparat desa bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Parung Panjang untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke RSUD R Moh Noh Nur.

Pasien tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.38 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh tim medis.

Berdasarkan hasil observasi, pasien mengalami lemas, pusing, sulit diajak komunikasi, serta tampak kebingungan.

Selama tujuh hari menjalani perawatan, kondisi pasien berangsur membaik hingga dinyatakan stabil oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan.

Dalam proses identifikasi, tim medis tidak menemukan dokumen kependudukan maupun identitas resmi. Pengecekan data turut dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bogor dengan mendatangi langsung ruang rawat inap. Namun, hasil penelusuran tidak menemukan data kependudukan yang sesuai, sehingga pasien tetap dinyatakan sebagai Mr. X dan penanganannya dilanjutkan melalui mekanisme sosial.

Pendampingan sejak awal dilakukan oleh Humas RSUD bersama Kader IPSM Leuwiliang, Ratna Ningsih. Ia menegaskan bahwa yang terpenting adalah memastikan pasien segera mendapatkan pertolongan medis dan tidak dibiarkan tanpa penanganan.

Setelah kondisi pasien memungkinkan untuk dipindahkan, RSUD R Moh Noh Nur berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor untuk tindak lanjut rehabilitasi sosial melalui UPT Balai Kesejahteraan Sosial (BKS). Pihak rumah sakit juga memfasilitasi proses pengiriman pasien sebagai bagian dari kesinambungan layanan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Fitri, pada Selasa (3/3/2026), menyampaikan apresiasi atas respons cepat rumah sakit.

Ia menjelaskan bahwa setelah identitas pasien tidak ditemukan meski telah dilakukan pengecekan menyeluruh, pasien dirawat hingga stabil dan kemudian dirujuk ke Dinas Sosial melalui UPT BKS untuk penanganan lanjutan.

Seluruh proses, mulai dari penemuan, perawatan medis, pengecekan data kependudukan, hingga serah terima ke Dinas Sosial, didokumentasikan dalam laporan resmi sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan publik.

RSUD R Moh Noh Nur menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, khususnya dalam penanganan pasien terlantar di wilayah Kabupaten Bogor melalui kolaborasi aktif bersama IPSM, Dinas Sosial, dan Dukcapil. (Adv)

Editor : Adjet

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses