BRO. KOTA BOGOR – Antusiasme masyarakat terhadap Sayembara Desain Logo dan Visual Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sangat tinggi. Tercatat sebanyak 117 peserta ambil bagian dalam kompetisi yang mengusung tema Bogor Nanjeur, merepresentasikan semangat Bogor yang maju dan berkembang.
Dalam sayembara ini, peserta dituntut menghadirkan desain logo yang mencerminkan nilai historis Pajajaran, semangat HJB ke-544, serta identitas visual Sunda yang kuat namun tetap relevan di era modern.
Seluruh karya yang masuk telah melalui proses penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari desainer grafis dan praktisi profesional, di antaranya Pembina Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Bandung, Bima Nurin Aulan, serta Ketua Reka Bogor, Georgian Marcello.
Ketua Panitia HJB ke-544, Iceu Pujiati, mengatakan saat ini sayembara telah memasuki tahap akhir, yakni pengumuman pemenang.
“Para juri telah menyelesaikan penilaian dan pemenang sudah ditentukan. Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Bogor yang luar biasa dalam mengikuti sayembara ini,” ujarnya.
Dari total 117 peserta, sebanyak 50 berasal dari Kota Bogor dan 67 lainnya dari luar daerah. Hasil verifikasi menunjukkan 47 karya dinyatakan orisinal, sementara 70 karya terdeteksi menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Setelah melalui proses penjurian pada 1 Mei 2026, ditetapkan satu pemenang utama.
Bima Nurin Aulan menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari daya tarik visual, keterbacaan, kesesuaian dengan tema, hingga kemudahan implementasi desain.
“Logo pemenang unggul karena paling sesuai dengan tema, visualnya kuat, dan memiliki konsep branding yang lengkap sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan,” jelasnya.
Ia berharap logo terpilih dapat menjadi simbol partisipasi masyarakat dalam merayakan HJB serta mampu memperkuat identitas Kota Bogor.
Senada, Georgian Marcello menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya keterlibatan publik dalam perayaan HJB.
“Partisipasi ini sangat positif. Logo pemenang dinilai representatif menggambarkan karakter warga Bogor dan diharapkan turut mendorong pergerakan ekonomi kreatif,” katanya.
Adapun pemenang sayembara adalah Muhamad Ilham Akbar, warga Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Ilham mengusung konsep fluid ribboning atau pita mengalir yang membentuk tipografi angka 544 secara tersembunyi (gestalt). Desain tersebut menampilkan kesan dinamis, modern, dan berkesinambungan sebagai simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Logo ini juga mengandung interpretasi bentuk kujang, pusaka khas Sunda yang melambangkan ketajaman berpikir, keseimbangan ekologi, serta pelestarian budaya. Garis dinamis yang membentuk angka 5 turut merepresentasikan aliran air sebagai identitas Bogor sebagai Kota Hujan.
Karya tersebut dinilai mencerminkan fleksibilitas, wawasan luas, dan inovasi menuju Bogor yang semakin maju.
Dengan terpilihnya logo ini, diharapkan dapat menjadi identitas visual yang kuat dalam perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 serta mempererat kebersamaan seluruh warga.
Editor : Adjet
