“Tak hanya sukses di pasar domestik, produk tepung talas D’Talas juga telah menembus pasar ekspor ke Oman. Sementara produk olahan seperti kukis telah dipasarkan ke Singapura dan Malaysia”
BRO. KOTA BOGOR – Inovasi kuliner berbahan talas terus berkembang di Kota Bogor. D’Talas, restoran yang berlokasi di Ruko Samoraya, Jalan Brigjen Saptaji Hadi Prawira, Cilendek Barat, menghadirkan berbagai menu sehat berbahan dasar tepung talas, mulai dari pizza, churros, siomay, hingga kukis.
Restoran ini hadir sebagai upaya mengangkat potensi pangan lokal sekaligus memperkenalkan talas sebagai alternatif pengganti tepung terigu yang lebih sehat dan kaya serat.
Owner D’Talas, Iren, mengatakan ide mendirikan restoran tersebut berawal dari keberhasilan perusahaannya memasarkan tepung talas hingga ke pasar internasional.
“Setelah mempromosikan tepung talas ke luar negeri, kami semakin yakin potensinya sangat besar. Saat ini hampir tidak ada tepung non-sereal lain yang memiliki kandungan serat tinggi dan dapat menggantikan tepung terigu secara langsung dengan rasio satu banding satu,” ujar Iren, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, tepung talas memiliki kandungan serat mencapai 14,45 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tepung terigu. Kondisi itu menjadikan talas sebagai pilihan pangan yang lebih sehat untuk mendukung pola hidup masyarakat modern.
D’Talas mengemas produk pangan lokal tersebut dalam konsep kuliner modern yang dekat dengan selera generasi muda. Salah satu menu andalannya adalah pizza berbahan 100 persen tepung talas dengan beragam pilihan topping.
“Anak-anak dan kaum muda saat ini cenderung menyukai makanan Western. Karena itu kami menghadirkan pizza, camilan, hingga minuman jamu dalam konsep kekinian agar lebih mudah diterima sekaligus menjadi pilihan yang sehat,” katanya.
Seluruh adonan pizza di D’Talas menggunakan tepung talas tinggi serat. Bahkan, bahan pelengkap seperti sosis diproduksi sendiri untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Iren menjelaskan, sosis yang digunakan dibuat tanpa bahan pengawet dan tanpa tambahan bahan kimia berbahaya. Kandungan daging ayamnya mencapai lebih dari 80 persen dan dipadukan dengan pati talas serta bumbu alami.
“Kami ingin memastikan seluruh bahan yang dikonsumsi pelanggan aman dan sehat. Karena itu seluruh proses produksi kami kontrol sendiri,” ujarnya.
Selain menyediakan menu gluten-free bagi konsumen yang memiliki intoleransi gluten, D’Talas juga menawarkan pilihan low gluten, vegan, dan dairy-free yang kini semakin diminati masyarakat.
Salah satu menu unik yang menjadi favorit pelanggan adalah pizza dengan topping peuyeum atau tape singkong. Perpaduan pangan fermentasi tradisional dengan adonan tepung talas menghasilkan cita rasa khas yang berbeda dari pizza pada umumnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa peuyeum merupakan pangan fermentasi lokal yang memiliki nilai tinggi dan sangat cocok dipadukan dengan tepung talas,” kata Iren.
Tak hanya tinggi serat dan bebas gluten, tepung talas juga mengandung berbagai senyawa bioaktif, polifenol, serta mikronutrien seperti zinc, magnesium, kalsium, vitamin D, dan kolin yang bermanfaat bagi kesehatan.
Untuk bahan baku, D’Talas menggunakan Talas Belitung atau yang dikenal sebagai talas kimpul. Varietas ini dipilih karena memiliki karakteristik yang baik untuk diolah menjadi tepung dan dapat dibudidayakan secara alami tanpa ketergantungan pada pupuk kimia maupun pestisida.
Saat ini tepung talas D’Talas dijual dengan harga Rp28 ribu untuk kemasan 500 gram dan Rp53 ribu untuk kemasan 1 kilogram. Sementara pizza dibanderol mulai Rp20 ribu hingga Rp60 ribu per porsi, sedangkan kukis dijual mulai Rp50 ribuan.
Tak hanya sukses di pasar domestik, produk tepung talas D’Talas juga telah menembus pasar ekspor ke Oman. Sementara produk olahan seperti kukis telah dipasarkan ke Singapura dan Malaysia.
Ke depan, D’Talas optimistis permintaan produk berbasis talas akan terus meningkat seiring tren konsumsi pangan sehat dan kebutuhan bahan pangan tinggi serat yang terus berkembang di berbagai negara.
Editor : Adjet
