Museum Pajajaran Naik Kelas! Bogor Siapkan Pusat Peradaban Sunda Bertaraf Internasional

“Di antaranya terdapat lukisan asli Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca peninggalan Kerajaan Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat asli Prabu Siliwangi. Koleksi ini akan ditempatkan di Ruang Siliwangi sebagai daya tarik utama museum,” jelas Firdaus (22/7)

 

BRO. KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempercepat pengembangan Museum Pajajaran di kawasan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Museum yang menyimpan jejak sejarah Kerajaan Sunda itu ditargetkan menjadi pusat edukasi budaya sekaligus destinasi wisata sejarah bertaraf internasional.

Pengembangan dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana, penambahan koleksi bersejarah, hingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp13,5 miliar yang akan direalisasikan pada September–Oktober 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Firdaus, mengatakan pengembangan Museum Pajajaran merupakan upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya Sunda.

“Sebagai ikon penting bagi masyarakat Bogor dan Jawa Barat, Museum Pajajaran harus menjadi sarana edukasi yang menginspirasi generasi masa depan,” kata Firdaus, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, penataan kawasan Batutulis telah dimulai melalui renovasi cungkup Prasasti Batutulis, penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis bersama Kementerian Kebudayaan, serta pembukaan ruang pamer yang kini menampilkan 103 koleksi benda bersejarah.

Koleksi tersebut terdiri atas 50 benda milik masyarakat dan kolektor independen, 34 koleksi dari Kementerian Kebudayaan, serta 19 koleksi milik Pemkot Bogor.

Selain itu, Museum Pajajaran juga akan diperkuat dengan koleksi bernilai sejarah tinggi yang merupakan hibah dari keluarga maestro pelukis Indonesia, Basuki Abdullah.

“Di antaranya terdapat lukisan asli Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca peninggalan Kerajaan Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat asli Prabu Siliwangi. Koleksi ini akan ditempatkan di Ruang Siliwangi sebagai daya tarik utama museum,” jelasnya.

Disparbud Kota Bogor juga tengah menjajaki kerja sama dengan Keraton Sumedang Larang untuk menghadirkan replika pusaka peninggalan Kerajaan Sunda guna memperkaya materi edukasi sejarah bagi pengunjung.

Dalam dua tahun ke depan, Pemkot Bogor menargetkan Museum Pajajaran memenuhi standar Museum Nasional. Untuk mendukung target tersebut, dana bantuan dari Kementerian Kebudayaan akan difokuskan pada penataan interior ruang pamer modern, peningkatan sistem keamanan, pembangunan menara pengawas, serta pemasangan pagar pembatas kawasan setinggi dua meter.

Firdaus menegaskan, penguatan aspek keamanan menjadi prioritas untuk melindungi koleksi berharga yang tersimpan di museum sebelum proses revitalisasi selesai secara menyeluruh.

“Kami ingin Museum Pajajaran menjadi pusat sejarah dan peradaban Sunda yang menyajikan fakta masa lalu hingga perkembangan budaya saat ini. Targetnya, museum ini menjadi pusat edukasi dan destinasi wisata bertaraf internasional yang membanggakan Kota Bogor,” tegasnya.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses