BRO. CIBINONG – Hilal Firmansyah, S.E., M.M. resmi terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2026-2031. Hilal meraih 279 suara dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) IX Kadin Kabupaten Bogor yang digelar di Cibinong, Rabu (2/9/2026).
Hilal mengungguli pesaingnya, Sulhaji Jompa, yang memperoleh 210 suara. Dari 508 peserta Mukab yang terdaftar, sebanyak 489 suara dinyatakan sah.
Dengan selisih 69 suara, Hilal berhasil memenangkan kontestasi sekaligus mendapatkan mandat untuk memimpin Kadin Kabupaten Bogor selama lima tahun ke depan.
Kemenangan tersebut menandai arah baru kepemimpinan Kadin Kabupaten Bogor. Hilal membawa gagasan menjadikan Kadin sebagai rumah bersama bagi pelaku usaha sekaligus mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Foto : dok
Pertarungan Dukungan dan Gagasan
Mukab IX Kadin Kabupaten Bogor berlangsung dinamis dengan mempertemukan dua kekuatan utama.
Sulhaji Jompa sebelumnya dikenal memiliki dukungan jaringan organisasi dunia usaha. Sedikitnya 28 asosiasi dan organisasi dunia usaha disebut memberikan dukungan kepadanya dalam proses penjaringan.
Sementara Hilal mengandalkan konsolidasi gagasan dengan menawarkan konsep Kadin sebagai rumah bersama para pelaku usaha.
Tagline “Kadin Baru, Pengusaha Bogor Maju” menjadi salah satu pesan utama yang dibawa Hilal. Ia juga mengusung falsafah Sunda “rereongan sangkan waluya”, yang dimaknai sebagai semangat kebersamaan dan gotong royong menuju kesejahteraan.
Ridwan Rusliandi Mundur, Dukung Hilal
Peta persaingan turut berubah setelah Ridwan Rusliandi, yang sebelumnya disebut sebagai salah satu kandidat kuat, memutuskan mundur dari pencalonan dan memberikan dukungan kepada Hilal Firmansyah.
Ridwan menegaskan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kepentingan organisasi.
“Saya memilih mundur bukan karena tidak siap berkompetisi. Saya melihat kepentingan Kadin jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi. Karena itu, saya mengambil keputusan untuk mendukung Hilal,” ujar Ridwan.
Menurutnya, Kadin membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas organisasi dan menyatukan seluruh elemen dunia usaha.
“Saya berharap Kadin ke depan bisa semakin solid, bersatu, dan memberikan manfaat,” katanya.
Dukungan tersebut kemudian memperkuat konsolidasi Hilal menjelang pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Bogor.
Hilal: Kemenangan Bukan Kerja Seorangan
Setelah ditetapkan sebagai pemenang, Hilal menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan hasil kerja pribadi.
“Kemenangan ini bukan kemenangan saya semata, melainkan kemenangan kita semua. Tanpa dukungan seluruh pihak, saya tidak mungkin berdiri di sini,” kata Hilal.
Ia juga memastikan seluruh pihak akan mendapat ruang dalam kepengurusan Kadin Kabupaten Bogor periode 2026-2031.
“Kadin ini bukan kerja seorangan. Ada mentor, ada orang tua yang membimbing. Siapa pun yang memiliki kapabilitas dan berpotensi, pasti akan kita tempatkan sesuai kemampuannya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Hilal ingin membangun kepengurusan berdasarkan kapasitas dan kemampuan, bukan semata-mata berdasarkan kubu atau dukungan politik organisasi saat Mukab.
Usung Rereongan Sangkan Waluya
Hilal menempatkan semangat “rereongan sangkan waluya” sebagai salah satu landasan kepemimpinannya.
Ia ingin semangat gotong royong tersebut diterapkan dalam upaya memperkuat dunia usaha Kabupaten Bogor.
“Komitmen kita adalah melaksanakan rereongan sangkan waluya untuk membawa Kadin Kabupaten Bogor lebih baik ke depan dan memajukan dunia usaha lainnya,” ujarnya.
Hilal juga menegaskan Kadin harus mampu menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diperlukan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja.
“Kita juga harus bisa menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah adalah kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” pungkas Hilal.
Pekerjaan Rumah Kadin Kabupaten Bogor
Terpilihnya Hilal sekaligus membuka tantangan baru bagi Kadin Kabupaten Bogor. Sejumlah persoalan dunia usaha masih membutuhkan perhatian, mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi usaha, kemudahan perizinan, akses pembiayaan hingga penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Kadin juga dituntut mampu menjadi wadah aspirasi pelaku usaha sekaligus menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah daerah.
Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin, penyusunan kepengurusan baru periode 2026-2031 akan dilakukan paling lambat 30 hari setelah pelaksanaan Mukab.
Dengan berakhirnya Mukab IX, tantangan Hilal kini bukan lagi memenangkan kontestasi, melainkan membuktikan kepemimpinannya melalui kerja nyata.
Semangat “rereongan sangkan waluya” menjadi modal yang diusung Hilal untuk menyatukan seluruh elemen Kadin dan mendorong dunia usaha Kabupaten Bogor semakin kuat, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor : Adjet
