BRO. KOTA BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin meresmikan Jembatan Pasirjaya–Paledang yang menghubungkan Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, dengan Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah. Infrastruktur ini diharapkan mempermudah mobilitas warga, terutama pelajar yang bersekolah di kawasan Jalan Paledang.
Dedie menegaskan, masyarakat harus ikut menjaga dan memelihara jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sebab, pembangunan infrastruktur itu menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.
“Jembatan yang anggarannya dari uang rakyat juga kita kembalikan ke rakyat. Kita minta masyarakat menjaga, memelihara, dan memastikan bahwa ini betul-betul bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegas Dedie.
Ia mengatakan, pembangunan Jembatan Pasirjaya–Paledang merupakan upaya membuka konektivitas antara Bogor Barat dan Bogor Tengah yang telah diperjuangkan sejak 2020. Namun, proses realisasinya menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait penentuan titik penghubung dan komunikasi dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, ikhtiar masyarakat yang menginginkan konektivitas antara Bogor Barat dengan Bogor Tengah, hari ini terlaksana. Jembatan penghubung Pasirjaya dengan Paledang mulai sekarang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Dedie.
Menurutnya, komunikasi intensif dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Dalam proses tersebut, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut ditugaskan untuk membangun komunikasi dengan warga hingga pembangunan jembatan dapat direalisasikan.
Selain memastikan manfaat jembatan bagi mobilitas masyarakat, Dedie juga menyoroti aspek keamanan setelah akses kedua wilayah tersebut dibuka.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menempatkan petugas keamanan atau sekuriti untuk sementara waktu guna memantau aktivitas warga yang melintasi jembatan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang sebelumnya menjadi kekhawatiran sebagian masyarakat.
“Intinya, tentu tidak ingin dengan terbukanya akses ini kemudian menimbulkan masalah keamanan. Jadi, sekuriti ini paling tidak bisa mengontrol siapa-siapa saja yang masuk,” jelasnya.
Dedie menambahkan, pengawasan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Jika situasi sudah dinilai aman dan masyarakat mampu menjaga lingkungan secara mandiri, keberadaan petugas keamanan dapat ditinjau kembali.
Sementara itu, Lurah Pasirjaya Rizki Dwi Nugraha mengatakan, Jembatan Pasirjaya–Paledang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pelajar yang bersekolah di SMP Negeri 7 Bogor dan sejumlah sekolah di kawasan Jalan Paledang.
Menurut Rizki, keberadaan jembatan dapat memangkas waktu perjalanan warga Pasirjaya menuju kawasan Paledang sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih efisien.
“Kebermanfaatannya sangat-sangatlah diperlukan, khususnya bagi warga Pasirjaya. Banyak anak sekolah di Pasirjaya yang sekolah di SMP 7 dan sekolah-sekolah yang ada di Jalan Paledang. Jadi, untuk akses ini sangat mempersingkat waktu terkait aksesibilitasnya,” ungkap Rizki.
Meski telah diresmikan, jembatan tersebut untuk sementara belum dapat dilalui sepeda motor. Rizki menyebut masih terdapat kendala nonteknis, termasuk penolakan dari sebagian warga Pasirjaya.
“Untuk sementara, motor tidak bisa dilalui karena ada beberapa faktor nonteknis yang harus diproses. Sebagian warga, khususnya warga Pasirjaya, ada yang menolak,” katanya.
Pihak kelurahan akan melakukan sosialisasi secara bertahap agar masyarakat memahami fungsi awal jembatan tersebut sebagai jalur penyeberangan orang.
“Ke depan mungkin perlahan bertahap kita akan sosialisasikan bagi warga, karena pada kesepakatan awal ini memang diperuntukkan untuk jembatan penyeberangan orang,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Bogor juga tengah mengerjakan tembok penahan tanah (TPT) di lokasi terdampak longsor di RW 10 dan RW 14, kawasan Muara, Kelurahan Pasirjaya.
Rizki turut menyampaikan rencana revitalisasi Jembatan Goyang di kawasan Pancasan. Jika akses tersebut ditutup selama proses pekerjaan, Jembatan Pasirjaya–Paledang berpotensi menjadi jalur alternatif untuk membantu mobilitas warga. Namun, jadwal revitalisasi dan skema pengalihan akses masih perlu dikonfirmasi kepada instansi terkait.
Dengan beroperasinya Jembatan Pasirjaya–Paledang sesuai peruntukannya, Pemkot Bogor berharap konektivitas antara Bogor Barat dan Bogor Tengah semakin baik, sekaligus mempermudah akses pelajar dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Editor : Adjet
