Kelurahan Tajur Genjot UMKM, Kebersihan Lingkungan, dan Penanganan Stunting

“Salah satu produk unggulan yang didorong ialah kue semprong renyah produksi Ibu Premi. Selain itu, terdapat produk kecap Bemo serta kerajinan Tasik Emas yang turut menjadi bagian dari potensi usaha lokal”

BRO. KOTA BOGOR – Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terus mengoptimalkan potensi wilayah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penataan kebersihan lingkungan, serta penanganan risiko stunting menjadi sejumlah prioritas yang tengah diperkuat.

Lurah Tajur, Ita Juita, memaparkan berbagai potensi dan program tersebut pada Selasa (27/10/2026). Ia menjelaskan, Kelurahan Tajur memiliki luas wilayah sekitar 45 hektare yang terbagi menjadi enam Rukun Warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga (RT).

Wilayah Kelurahan Tajur membentang dari kawasan sebelum Ekalokasari hingga perbatasan Tajur di sisi kiri jalan utama. Sementara itu, wilayah di sisi kanan jalan tersebut masuk Kecamatan Bogor Selatan, tepatnya Kelurahan Pakuan.

“Dengan dukungan enam RW dan 25 RT, kami terus bersinergi membangun Tajur,” ujar Ita.

Perkuat Kebersihan Lingkungan

Dalam upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, Kelurahan Tajur mengintensifkan kegiatan kerja bakti bersama masyarakat. Setelah menggelar kerja bakti massal pada 17 Oktober 2026, pihak kelurahan memasang spanduk imbauan dan larangan membuang sampah sembarangan di sejumlah titik strategis.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kelurahan Tajur juga mengandalkan kolaborasi dengan pengurus RT, RW, dan berbagai elemen masyarakat untuk memastikan program kebersihan berjalan secara berkelanjutan.

Dorong UMKM Tajur Tembus Pasar Lebih Luas

Selain kebersihan, pengembangan UMKM menjadi perhatian Kelurahan Tajur. Sejumlah produk lokal dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan ke jangkauan yang lebih luas.

Salah satu produk unggulan yang didorong ialah kue semprong renyah produksi Ibu Premi. Selain itu, terdapat produk kecap Bemo serta kerajinan Tasik Emas yang turut menjadi bagian dari potensi usaha lokal.

Ita mengatakan, pemerintah kelurahan berupaya merangkul pelaku UMKM melalui pembinaan dan dukungan pemasaran. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang pasar baru.

“Kami bangga dengan produk UMKM lokal, salah satunya semprong buatan Bu Premi. Kami ingin membangkitkan semangat para pelaku UMKM agar produk Tajur semakin dikenal luas,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat dan calon pembeli yang berminat terhadap produk semprong tersebut untuk menghubungi pihak Kelurahan Tajur guna memperoleh informasi lebih lanjut.

Penanganan Risiko Stunting Diperkuat

Di sektor kesehatan, Kelurahan Tajur turut memperkuat upaya penanganan kecenderungan risiko stunting (KRS) melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta dan pelaku usaha.

Pendataan serta intervensi kesehatan secara berkala terus dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan risiko stunting di masyarakat.

Ita menyebut capaian penanganan kesehatan di wilayahnya telah mendekati 80 persen. Namun, angka tersebut masih memerlukan penjelasan mengenai indikator, periode pengukuran, dan sasaran program agar capaian penanganan dapat dipahami secara tepat.

Melalui penguatan pelayanan masyarakat, pengembangan UMKM, penataan kebersihan, dan kolaborasi di bidang kesehatan, Kelurahan Tajur berupaya mengoptimalkan potensi wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Adjet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses