BRO. KOTA BOGOR – Kejuaraan Renang Bogor Aquatic se-Jawa Barat menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet sekaligus memperkuat pembinaan olahraga renang di Kota Bogor. Kompetisi yang digelar di Kolam Renang Pusdikzi, Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, pada 10 Oktober 2026 itu diikuti sekitar 600 peserta dari 54 sekolah dan klub.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan 100 nomor perlombaan. Selain menjadi wadah kompetisi, ajang ini dimanfaatkan untuk menambah jam terbang atlet, menjaring bibit potensial, serta mempersiapkan perenang menghadapi kejuaraan dengan level lebih tinggi.
Ketua Aquatic Kota Bogor, Bayu Saputra, mengatakan kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya mendorong perkembangan olahraga renang di Kota Bogor dan Jawa Barat.
“Kejuaraan ini kami selenggarakan untuk menambah jam terbang atlet renang, khususnya dari Kota Bogor dan Jawa Barat. Kami juga ingin olahraga renang semakin menggeliat sehingga pembinaan atlet bisa berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Bayu, Minggu (18/10/2026).
Menurut Bayu, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar kesempatan atlet untuk mengukur hasil latihan, mengasah kemampuan, dan membangun mental bertanding.
Kejuaraan Bogor Aquatic se-Jawa Barat juga telah mendapatkan rekomendasi dari Aquatic Jawa Barat. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat penyelenggaraan kompetisi sekaligus membuka ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Jadi Ajang Seleksi Atlet Popda
Tak hanya mengejar prestasi, kejuaraan ini juga dimanfaatkan Aquatic Kota Bogor untuk menjaring atlet potensial. Perenang yang menunjukkan kemampuan dan prestasi akan dimasukkan ke dalam basis data atlet sebagai bahan pemetaan dan evaluasi pembinaan.
Pendataan tersebut diharapkan membantu pengurus mengidentifikasi potensi atlet sejak dini sehingga pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah. Atlet yang dinilai memiliki prospek juga berpeluang dipersiapkan untuk mewakili Kota Bogor pada kejuaraan tingkat daerah hingga nasional.
“Kami berharap dari kejuaraan ini muncul atlet-atlet potensial yang nantinya bisa membawa nama Kota Bogor di tingkat daerah maupun nasional. Hasil pertandingan juga menjadi bahan evaluasi sekaligus pendataan untuk melihat perkembangan atlet yang kita miliki,” kata Bayu.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari seleksi atlet renang Kota Bogor untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Seleksi tahap kedua dilaksanakan melalui kompetisi tersebut, sedangkan seleksi tahap ketiga dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027.
Melalui tahapan seleksi itu, Aquatic Kota Bogor berharap dapat menjaring perenang yang siap bersaing dan memperkuat kontingen Kota Bogor pada Popda mendatang.
Bayu menegaskan, konsistensi penyelenggaraan kompetisi menjadi salah satu kunci membangun ekosistem olahraga renang. Selain meningkatkan kemampuan atlet, kejuaraan juga mendorong sekolah dan klub untuk memperkuat pembinaan serta melahirkan perenang muda berprestasi.
KONI Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Dedy Sumarna, mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Renang Bogor Aquatic se-Jawa Barat.
Menurut Dedy, kompetisi seperti ini penting untuk menemukan bibit atlet potensial sekaligus memperluas pengembangan olahraga akuatik di Kota Bogor.
Ia menilai pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan latihan rutin. Atlet membutuhkan kesempatan bertanding secara berkala untuk mengukur kemampuan, mengevaluasi kekurangan, serta meningkatkan mental dan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah.
“Kami mengapresiasi kejuaraan ini karena menjadi salah satu upaya untuk mencari bibit-bibit atlet potensial sekaligus mengembangkan olahraga akuatik di Kota Bogor. Kegiatan seperti ini perlu terus didorong agar semakin banyak atlet muda mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuannya,” ujar Dedy.
Ia juga menilai keterlibatan sekolah dan klub menjadi langkah penting untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga sejak usia dini. Semakin luas partisipasi peserta, semakin besar peluang menemukan atlet berbakat yang dapat dikembangkan untuk menghadapi kompetisi tingkat lebih tinggi.
Dedy berharap Kejuaraan Renang Bogor Aquatic se-Jawa Barat dapat digelar secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan prestasi atlet.
Sinergi antara pengurus cabang olahraga, sekolah, klub, pelatih, dan KONI, lanjutnya, perlu diperkuat agar potensi atlet tidak berhenti pada satu kompetisi, tetapi berlanjut melalui program pembinaan jangka panjang.
Editor : Adjet
