“Bapak Presiden meminta kita memimpin penyelesaian sampah dari hulu. Kalau perlu, pimpinan di sini merelakan diri menjadi ketua bank sampah agar sampah Bogor ini selesai,” ujar Menteri LH. Hanif Faisol Nurofiq (14/2)
BRO.KOTA BOGOR – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, bersama ribuan warga Kota Bogor bergerak melalukan aksi bersih-bersih “Korve Kebersihan” massal Gerakan Nasional Indonesia Asri, di kawasan pusat niaga, Pasar Bogor dan Suryakencana
Senin (16/2/2026).
Dalam agenda yang diikuti lebih dari 1.000 peserta tersebut, Menteri LH menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan awak media di Kota Bogor menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Yang menjadi khusus kalau di Bogor ini adalah wartawannya. Wartawan satu-satunya yang setiap kali acara selalu hadir. Mudah-mudahan Bogor yang harmonis ini selalu bisa dipertahankan,” tegas Hanif di hadapan ribuan peserta.
Tindak Lanjut Arahan Presiden
Aksi bersih-bersih yang membentang dari Tugu Kujang hingga kawasan Suryakancana ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Presiden RI dalam memperkuat Gerakan Nasional Indonesia Asri. Pemerintah pusat mendorong penyelesaian persoalan sampah dari hulu hingga hilir.
Hanif meminta para kepala daerah dan tokoh masyarakat menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah, bahkan jika perlu memimpin langsung bank sampah di wilayahnya masing-masing.
“Bapak Presiden meminta kita memimpin penyelesaian sampah dari hulu. Kalau perlu, pimpinan di sini merelakan diri menjadi ketua bank sampah agar sampah Bogor ini selesai,” ujarnya.
1.030 Peserta Turun ke Jalan
Di lokasi yang sama, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melaporkan antusiasme luar biasa masyarakat. Meski pemberitahuan baru diterima sehari sebelumnya, peserta yang hadir mencapai 1.030 orang.
“Pemberitahuan kami terima sekitar pukul 16.00 kemarin, namun pagi ini peserta membludak hingga 1.030 orang,” ungkap Dedie.
Aksi korve ini merupakan kelanjutan gerakan kebersihan di Suryakancana, Jalan Pedati, hingga Pasar Bogor yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. Pemkot Bogor menargetkan penurunan timbulan sampah yang saat ini hampir menyentuh 1.000 ton per hari melalui penguatan 30 unit TPS3R dan 170 bank sampah.
Dedie juga menegaskan komitmen mempertahankan supremasi kebersihan dan optimistis kembali meraih Piala Adipura. Selain itu, Kota Bogor tengah memproses penerapan sistem pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
“Arah kebijakan jelas, persampahan harus dikelola dari hulu ke hilir. Kami juga berterima kasih atas dorongan Pak Menteri karena Bogor akan menerapkan sistem waste to energy yang prosesnya sedang berjalan,” tegasnya.
DPRD: Bukan Seremonial, Ini Instruksi Presiden
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, memastikan aksi bersih-bersih massal ini bukan sekadar kegiatan simbolis.
“Kegiatan ini merupakan perwujudan konkret instruksi presiden terkait Gerakan Nasional Asri yang menuntut kekompakan lintas sektoral,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran kementerian, Pemkot, DPRD, OPD, BUMN, camat, lurah hingga masyarakat menunjukkan soliditas dalam menjaga kebersihan Kota Bogor. DPRD juga mendukung penuh target Pemkot untuk kembali meraih Adipura.
PWI: Wartawan Tak Hanya Meliput, Tapi Turun Tangan
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menegaskan keikutsertaan wartawan dalam aksi korve merupakan bukti nyata kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menyebut kedatangan Menteri LH kali ini menjadi yang kedua setelah agenda Bogor Bebas Sampah (BBS) pada Desember 2025.
“Ini bukti wartawan peduli masyarakat, peduli lingkungan, dan cinta Kota Bogor. Bebersih bukan sekadar pakai rompi, tapi harus lahir dari dalam diri. Kebersihan bagian dari iman,” tegasnya.
Kegiatan korve massal ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Kejaksaan, Imigrasi, hingga ATR/BPN yang berbaur bersama masyarakat, mempertegas komitmen menjadikan Kota Bogor bersih, asri, dan sehat melalui Gerakan Nasional Indonesia Asri.
Editor : Adjet


