DPRD Kota Bogor Dorong Hidroponik Jadi Solusi Ketahanan Pangan di Perkotaan

BRO. KOTA BOGOR — Anggota DPRD Kota Bogor, Tri Riyanto Andhika Putra, mendorong masyarakat memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan perkotaan untuk budidaya tanaman hidroponik.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui pelatihan budidaya hidroponik yang digelar bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor di Kampung Eduwisata RT 01/RW 03, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 16 Agustus 2026. Kegiatan ini menyasar masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan pertanian perkotaan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Tri mengatakan, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting. Karena itu, masyarakat perlu dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan agar mampu memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal,” ujar legislator Partai NasDem tersebut kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

Menurut Tri, hidroponik menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Selain menghasilkan bahan pangan, budidaya hidroponik juga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan pendapatan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik budidaya sejumlah tanaman, di antaranya jagung, pakcoy, caisim, anggur, serta berbagai komoditas lainnya.

Peserta juga dibekali keterampilan mulai dari proses penanaman, perawatan hingga pemanenan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sementara itu, Lurah Tegallega Hardi Suhardiman mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan melalui Kampung Eduwisata Tegallega.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena turut mendukung program kelurahan dan Pemerintah Kota Bogor, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” kata Hardi.

Hardi menjelaskan, Kampung Eduwisata Tegallega tidak hanya mengembangkan budidaya tanaman, tetapi juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan.

Ia berharap pelatihan hidroponik tersebut mampu mendorong lebih banyak warga terlibat dalam pertanian perkotaan.
“Dengan keterampilan ini, kami berharap semakin banyak warga yang tertarik mengembangkan pertanian perkotaan sehingga ketahanan pangan di wilayah Kelurahan Tegallega dapat terus diperkuat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan di kawasan perkotaan membutuhkan keterlibatan bersama. Pemerintah, legislatif, dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk memanfaatkan ruang terbatas menjadi sumber pangan sekaligus peluang ekonomi.

Editor: Adjet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses