BRO. KOTA BOGOR — DPRD Kota Bogor mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berkembang, berinovasi, dan meningkatkan daya saing. Dukungan tersebut dilakukan melalui pelatihan, penguatan akses pembiayaan, hingga optimalisasi dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL).
Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, mengatakan peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu kunci agar sektor usaha tersebut mampu bertahan dan naik kelas.
Hal itu disampaikan Adityawarman saat menghadiri pelatihan UMKM bertajuk “UMKM Bertumbuh, Berinovasi dan Berdaya Saing di Kota Bogor”, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, pelatihan tidak hanya penting untuk menambah wawasan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM lebih serius mengembangkan usaha.
“DPRD Kota Bogor insyaallah selalu mendukung dan mensupport serta menyiapkan hal-hal yang diperlukan untuk pengembangan UMKM,” kata Adityawarman.
Ia menjelaskan, sepanjang 2026 DPRD Kota Bogor telah berkolaborasi dengan perangkat daerah yang membidangi UMKM untuk menggelar sejumlah program pelatihan.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
DPRD Siapkan Pilot Project KUR
Tak hanya pelatihan, DPRD Kota Bogor juga tengah merancang program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Adityawarman mengatakan program tersebut ditargetkan mulai dianggarkan pada 2027. Namun, pelaksanaannya kemungkinan diawali melalui proyek percontohan dengan jumlah penerima yang masih terbatas.
“Kita sedang mencoba pilot project. Mungkin anggarannya belum banyak, tetapi mudah-mudahan bisa menjadi role model atau pilot project untuk tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Ia berharap program pembiayaan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses modal untuk meningkatkan skala bisnisnya.
“Ke depan lebih banyak lagi pegiat UMKM yang dapat melakukan eskalasi bisnis, khususnya dengan pembiayaan usaha,” jelasnya.
Dana TJSL Perusahaan Bakal Didorong untuk UMKM
DPRD Kota Bogor juga tengah merampungkan regulasi mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSL).
Adityawarman menyebut berdasarkan informasi dari panitia khusus yang membahas regulasi tersebut, potensi dana TJSL perusahaan di Kota Bogor mencapai ratusan miliar rupiah.
Karena itu, DPRD mendorong agar pemanfaatan dana TJSL dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat, termasuk mendukung pengembangan UMKM.
“Kami sedang merampungkan dan mengoordinasikan dengan berbagai stakeholder. Mudah-mudahan dari bagian TJSL perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bogor, banyak alokasinya untuk UMKM kita di Kota Bogor,” ungkapnya.
UMKM Diminta Perkuat Literasi Keuangan
Adityawarman mengajak pelaku UMKM tetap optimistis dan memanfaatkan berbagai program pengembangan yang disiapkan pemerintah daerah.
Ia menilai kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Selain itu, pelaku UMKM juga perlu meningkatkan kemampuan dalam mengemas dan memasarkan produk.
“Literasi keuangan dan kemampuan mengemas produk menjadi hal penting agar usaha bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Ia berharap peserta pelatihan dapat menyerap seluruh materi dan menerapkannya dalam pengelolaan usaha masing-masing.
Dengan penguatan kapasitas, akses pembiayaan, dan dukungan berbagai pihak, DPRD Kota Bogor menargetkan semakin banyak UMKM lokal yang mampu berkembang dan naik kelas.
Editor : Adjet
