“Anindita dan Noel Buktikan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berprestasi”
BRO. KOTA BOGOR – Tepuk tangan bergemuruh mengiringi langkah dua siswi sekolah dasar saat menerima penyematan tanda Pramuka Garuda di hadapan para pembina dan orang tua. Momen itu bukan sekadar seremoni, melainkan catatan sejarah baru bagi Gerakan Pramuka Kota Bogor.
Untuk pertama kalinya, dua anggota Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) berhasil meraih predikat Pramuka Garuda Kota Bogor 2026, penghargaan tertinggi dalam pembinaan anggota muda Gerakan Pramuka.
Kedua sosok inspiratif tersebut adalah Anindita Khairunniswa (10), siswi SDN Muarasari 2, Kecamatan Bogor Selatan, dan Noela Eka Natania Chrissy (10) atau Noel, siswi SDN Batutulis 2, Kecamatan Bogor Timur.
Keduanya resmi dikukuhkan dalam Upacara Pengukuhan Pramuka Garuda yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor melalui Bidang Pembinaan Anggota Muda, Minggu (5/7/2026).
Prestasi yang diraih Anindita dan Noel bukanlah hasil instan. Mereka harus melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari pengujian kecakapan, keterampilan, kedisiplinan, hingga kemampuan menunjukkan karakter sebagai teladan bagi anggota Pramuka lainnya.
Di balik senyum bahagia yang terpancar usai pengukuhan, tersimpan semangat pantang menyerah yang patut menjadi inspirasi.
Anindita mengaku mulai menyukai kegiatan Pramuka sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Menurutnya, Pramuka menghadirkan banyak kegiatan menarik yang membuatnya bersemangat untuk terus belajar.
Ketika ditanya mengenai hambatan selama mengikuti proses seleksi Pramuka Garuda, Anindita menjawab dengan penuh keyakinan.
“Enggak, tetap semangat. Waktu ikut seleksi Pramuka Garuda juga tidak ada kendala. Dari awal sampai akhir semuanya berjalan lancar,” ujar Anindita.
Meski baru berada di tingkat Pramuka Siaga, ia sudah memiliki impian besar untuk mengembangkan kemampuan kepanduan saat memasuki jenjang Pramuka Penggalang.
“Pokoknya nanti di Pramuka pengen bisa macam-macam, mulai dari bikin tandu sampai keterampilan lainnya,” katanya sambil tersenyum.
Sementara itu, Noel juga memiliki cerita perjuangan yang tak kalah menginspirasi. Kecintaannya terhadap Pramuka tumbuh dari keinginan sendiri karena menyukai berbagai aktivitas yang diajarkan dalam setiap latihan.
Berkat ketekunannya, Noel kini mampu menguasai sejumlah keterampilan dasar kepanduan, termasuk penggunaan sandi morse dan semaphore.
Menurut Noel, dukungan dari keluarga, guru, sekolah, dan para pembina menjadi kekuatan utama yang membuatnya mampu menyelesaikan seluruh tahapan Syarat Kecakapan Umum (SKU) hingga meraih predikat Pramuka Garuda.
Ia masih mengingat pengalaman saat mengikuti seleksi di SDN Mangga Mekar. Dalam kesempatan itu, Noel menampilkan karya kerajinan berupa tatakan gelas dan pertunjukan wayang binatang berbahan kardus.
“Semua kasih semangat. Waktu seleksi saya membuat tatakan gelas dan menampilkan wayang binatang dari kardus,” tuturnya.
Keberhasilan Anindita dan Noel menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka mampu menghadirkan ruang pembinaan yang inklusif bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
Predikat Pramuka Garuda yang mereka raih tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga menjadi simbol bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, belajar, dan berprestasi.
Pencapaian keduanya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus lainnya di Kota Bogor untuk terus percaya diri, berani bermimpi, dan tidak menyerah dalam menggapai cita-cita.
Karena pada akhirnya, prestasi tidak ditentukan oleh keterbatasan yang dimiliki seseorang, melainkan oleh kemauan, semangat, dan keberanian untuk terus melangkah maju.
Editor : Adjet
