IndeksBerita UtamaNews

Duh! Gegara Bukit Alas Bandawasa, Dua Kelompok Pemuda di Bogor Terlibat Perkelahian

loading...

BRO. Obyek wisata alam Bukit Alas Bandawasa, Cigombong, Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Setelah foto lautan tenda viral di media sosial karena melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) beberapa waktu lalu. Kali ini, hanya gegara sekelompok pemuda hendak berwisata ditolak masuk petugas tiket ke area Bukit Alas Bandawasa, hingga berujung perkelahian dan menimbulkan dua korban terluka pada pukul 00.30 WIB, Kamis (16/07/2020).

Informasi dihimpun menyebutkan, peristiwa perkelahian dua kelompok pemuda itu bermula sekitar pukul 23.38 WIB, Rabu (15/07/2020). Saat itu kedua korban masing-masing berinisial AN (29) warga Tajur, Kota Bogor dan GG (25), warga Ciawi, Kabupaten Bogor bersama keenam rekan lainnnya menggunakan sepeda motor pergi ke Bukit Alas Bandawasa yang terletak di Desa Pasir Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Setibanya di depan pos penjagaan tiket masuk, tiga rekan korban masing-masing berinisial NN, HR, RS berbicara dengan petugas jaga tiket memohon izin untuk masuk ke lokasi wisata kemah yang beberapa bulan terakhir ini sedang ‘naik daun’ itu. “Bang maaf saya mau masuk, masuknya per orang berapa duit?” kemudian di jawab oleh petugas jaga yang tidak diketahui namanya “Maaf udah penuh, kalau hari hari biasa, Pagi, Siang, Sore bisa masuk dengan tiket per orang Rp20 ribu,” kata petugas jaga tiket tadi.

Baca Juga: Bupati Bogor Geram Kawasan Puncak dan Bukit Alas Bandawasa Dipadati Pengunjung

“Pengen masuk sekarang berapapun harga tiketnya saya bayar” jawab NN. Karena tetap tidak di perbolehkan masuk oleh petugas jaga tiket dengan alasan penuh (banyak pengunjung). Setelah tidak diperkenankan masuk, korban dan rekan-rekannya beristirahat sejenak di dekat pos tiket selama kurang lebih 15 menit.

Namun, NN berusaha negosiasi kembali, tapi tetap saja, petugas jaga tak mengizinkannya. Tak lama kemudian salah satu teman pelaku memanggil temannya yang berada di lokasi wisata. Akhirnya teman teman pelaku turun dan kondisi penjagaan pos tiket diperketat kurang lebih sebanyak kurang lebih 20 orang.

Setelah itu, korban dan rekannya bergegas pulang. Entah kenapa, FH, salah satu rekan korban sebelum putar balik berbicara kepada petugas “Ah pelit sia”. Karena merasa tersinggung pelaku dan temannya yang berjaga di pos tiket mengejar korban dan rekannya dengan menggunakan sepeda motor sambil berteriak “sitompel arah tewak”.

Baca Juga: Langgar PSBB dan Tak Berizin, Pemkab Bogor Tutup Bukit Alas Bandawasa

Seraya mengacungkan senjata tajam sejenis Samurai, tepatnya di pinggir jalan blok Cisaat, Kampung Loji, salah satu teman korban GG terjatuh dari sepeda motor, melihat rekannya terjatuh. AN dan YN berusaha melerai, karena GG sedang dikeroyok dan dipukul oleh para pelaku.

Lantaran melihat ada senjata YN berlari dan AN masih berusaha melerai karena pelaku masih mengeroyok GG, setelah kurang lebih beberapa meter dari tempat GG terjatuh korban sambil mengendarai sepeda motor sendiri meminta tolong, “Tolong saya tertusuk” rintih GG. Kemudian AN dan GG turun ke tempat yang aman di pemukiman warga dan sempat di tolong oleh warga. Selanjutnya AN di larikan ke RSUD Ciawi untuk penanganan medis dan GG dilarikan ke Puskesmas Cigombong untuk penanganan medis dan Visum.

Sementara itu, Kapolsek Cijeruk Kompol Nurahim saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Iya betul, kasus penganiayaan dan saat ini sedang lidik (penyelidikan),” ujarnya, singkat, Kamis (16/07/2020).

Baca Juga: Viral! Masih PSBB, Lautan Tenda Padati Bukit Alas Bandawasa Bogor

Diberitakan sebelumnya, tempat berkemah atau camp area Bukit Alas Bandawasa yang terletak di Desa Pasir Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor yang sedang nge-hits karena sunrise viewnya ini mendadak viral, Minggu (31/05/2020). Bukan karena keindahan pemandangan dan panorama alamnya, tapi lautan tenda yang memadati camp area seluas 27 hektar tersebut diduga mengabaikan protokol kesehatan, social/physical distancing di masa PSBB.

Apalagi hingga saat ini pemerintah setempat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor sebagaimana keputusan Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil, PSBB di wilayah Bogor, Depok, Bekasi diperpanjang dan baru akan berakhir 4 Juni mendatang. Bahkan data terbaru, hingga Minggu (31/05/2020) masih terjadi penambahan kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Praktis, beredarnya foto-foto kepadatan di Camp Area milik salah seorang tokoh masyarakat setempat menuai reaksi dari para netizen. Terlebih pemandangan padatnya tenda yang dipotret menggunakan drone ini banyak di posting ulang oleh sejumlah akun media sosial Instagram penggiat/penghobi alam bebas.

Baca Juga: Rapid Test Massal di Puncak Bogor, 32 Wisatawan Reaktif Covid-19

Setelah sempat viral di media sosial (medsos) dan platform WhatsApp karena dipadati ratusan tenda, Pemkab Bogor melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bogor akhirnya resmi menutup obyek wisata alam Bukit Alas Bandawasa, Desa Pasir Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (01/06/2020).

Juru Bicara Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menyebutkan setelah pihaknya mendapatkan informasi dan laporan terkait adanya kerumunan massa berupa kepadatan tenda di camping area Bukit Alas Bandawasa. “Ijin menyampaikan info dari dinas pariwisata hasil monitoring wisata alam Bukit Alas Bandawasa, sudah ditutup kemarin tanggal 31 mei 2020,” kata Syarifah dalam pernyataan tertulisnya, Senin (01/06/2020).

Tak hanya itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) itu mengatakan pihaknya juga sudah melakukan pemantauan ulang dan memeriksa kelengkapan dokumen perizinannya. “Kebetulan hari ini ada pemantauan ulang di lokasi, bersama Polsek, Koramil, dan kecamatan dan lokasi kosong tidak ada pengunjung. Tempat tersebut baru dan tidak berijin (ilegal),” ungkapnya.

Penulis: Redaksi Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close