IndeksBogorianNews

Kawasan Puncak Kerap Macet di Masa PSBB Transisi, Bupati Bogor Hanya Bisa Menghimbau

loading...

BRO. Pemkab Bogor melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menegaskan belum ada rencana membuka obyek wisata di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional fase transisi menuju new ini.

Tak hanya itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor juga tak bisa berbuat banyak ketika kawasan Puncak terus diserbu ribuan wisatawan dari berbagai daerah di Jabodetabek yang dampaknya protokol kesehatan terabaikan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bogor Ade Yasin saat dikonfirmasi terkait viralnya sebuah video kerumunan pengendara roda dua yang terjebak kemacetan di kawasan Puncak hingga Cianjur, akhir pekan lalu.

Baca Juga: Bupati Bogor Geram Kawasan Puncak dan Bukit Alas Bandawasa Dipadati Pengunjung

“Kita belum membuka secara total obyek wisata di kawasan Puncak. Kalau soal kemacetan yang terjadi akhir pekan lalu karena banyak warga yang nekat bergerak ke arah Puncak melalui ‘jalan tikus’ yang memang tak ada penjagaan dari petugas,” katanya, Rabu (17/06/2020).

Ade yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyebutkan, sebagian besar masyarakat yang berkunjung ke kawasan Puncak itu adalah warga luar Bogor. “Itu (Wisatawan) dari luar Bogor, karena rata-rata pelatnya dari luar,” tuturnya.

Baca Juga: Bupati Bogor : Ada Satu Penumpang KRL di Stasiun Bojonggede Reaktif Corona

Menurut Ade banyaknya jalan pintas yang mulai diketahui para pengendara roda dua juga menjadi penyebab, tingkat kunjungan kawasan Puncak sulit dikontrol.

“Sebab sebagian besar jalan pintas ini sering dimanfaatkan oleh pengendara sepeda motor agar tidak terlihat petugas Gugus Tugas Covid-19. Arah puncak banyak jalan tikusnya dan ini dimanfaatkan oleh pengendara motor sehingga (di masa PSBB ini) Puncak macet terus,” katanya.

Baca Juga: Masuk Zona Kuning Berat, Pemkab Bogor Resmi Perpanjang PSBB Selama Satu Bulan

Ia mengaku tak bisa berbuat banyak dalam mengendalikan tingkat kunjungan di kawasan Puncak. Maka dari itu, ia mengaku hanya bisa mengimbau wisatawan untuk tidak berbondong-bondong datang ke Puncak, Bogor.

“Kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat, khususnya dari luar Bogor, agar tidak berbondong-bondong ke Puncak, tunggu sampai kondisi membaik saja. Selain itu, karena keterbatasan aparat, jadi tidak semua jalan masuk ke Puncak bisa dikontrol dan untuk saat ini kami hanya bisa mengimbau,” katanya.

Baca Juga: Langgar PSBB dan Tak Berizin, Pemkab Bogor Tutup Bukit Alas Bandawasa

Ditempat terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah menyebutkan masih belum berencana mengeluarkan rekomendasi untuk membuka objek wisata, karena angka reproduksi efektif (Rt) atau penularan Covid-19 di wilayahnya masih di atas satu.

“Sebagaimana kita ketahui objek wisata baru akan dibukan jika suatu daerah masuk dalam kategori zona biru. Penetapan zona biru itu, antara lain jika angka Rt kurang dari satu, setidaknya dalam dua minggu berturut-turut dan juga ada variabel lainnya. Kalau itu sudah terpenuhi, maka objek wisata boleh buka dengan pembatasan jumlah pengunjung,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Bogor Batasi Operasional Ojek Online

Bahkan, alasan belum memiliki rencana untuk membuka obyek wisata di Kabupaten Bogor karena setiap hari jumlah kasus positif baru Covid-19 terus bertambah.

Bahkan, dalam tiga hari terakhir, yakni 14, 15 dan 16 Juni 2020, tambahan kasus pasien terkonfirmasi positif mencapai 21 orang. Sementara pasien sembuh hanya lima orang.

Tak hanya itu, pada Minggu (14/06/2020) tambahan pasien positif mencapai 12 orang dan keesokan harinya terdapat tambahan lima orang pasien positif. Sehingga secara keseluruhan, pasien positif aktif atau yang masih menjalani perawatan di Kabupaten mencapai 220 orang.

Penulis: Redaksi Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close