IndeksBogorianNews

Proyek Masjid Agung Bogor Mangkrak 4 Tahun, Bima Arya: Akibat Ulah Oknum Tak Amanah

Tahun Ini Dilanjutkan Terintegrasi dengan Alun-alun eks Taman Topi

loading...

BRO. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuding mangkraknya proyek pembangunan masjid Agung Bogor di Jalan Nyi Raja Permas, Bogor Tengah, Kota Bogor selama empat tahun akibat oknum yang tak amanah.

Hal tersebut diungkapkan Bima Arya dihadapan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Kota Bogor di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jalan Raya Pajajaran, Bogor Timur, Rabu (22/7/2020).

“Masjid impian kita ini memang sudah tertunda beberapa tahun. Saya harus sampaikan bahwa karena ulah oknum yang tidak amanah sehingga terjadilah seperti ini. Mari kita doakan kepada oknum yang tidak amanah itu diberikan hidayah oleh Allah SWT,” ungkap Bima.

Baca Juga: Proyek Interchange Sentul Selatan Tol BORR-Jagorawi Rampung Dua Pekan Lagi

Dalam kesempatan itu, Bima Arya juga menjanjikan pembangunan masjid yang berada di kawasan Taman Topi dan Pasar Anyar Bogor itu akan kembal dilanjutkan pada tahun ini. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus, khususnya Ketua DKM Masjid Agung Dede Supriatna, yang sampai detik ini masih terus bersabar menghadapi berbagai macam cobaan dan dengan segala keterbatasannya masih terus beristiqomah.

“Seperti Ustadz Dede sampaikan tadi, penundaan ini Insya Allah ada hikmahnya sehingga kita akan mendapatkan sistem yang lebih baik. Kita tidak pernah tahu skenario Allah untuk kita semua secara pasti,” ungkapnya.

Bima menyebut, satu fase yang sangat penting telah dilewati, di mana hasil kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjukan ada sejumlah struktur bangunan yang harus dikuatkan lagi agar pembangunan tahap selanjutnya bisa mulai dikerjakan kembali.

Baca Juga: Pemkot Bogor Didesak Bubarkan Detektif Covid-19, Ini Tanggapan Bima Arya

“Masjid ini kan ternyata pembangunannya bermasalah dalam hal konstruksinya. Jadi kalau dilanjutkan tidak aman. Ada kesalahan-kesalahan di masa lalu. Setelah dikaji, kemudian kita mendapatkan rekomendasi, kita tahu apa yang harus dikerjakan, kita tahu apa yang harus diperbaiki. Ini yang paling penting karena tidak mungkin bisa beribadah dengan tenang ketika konstruksinya pun tidak aman. Dinas PUPR sudah mengerjakan itu,” klaimnya.

Pihaknya juga menyampaikan keinginan Pemkot Bogor agar Masjid Agung ini terintegrasi dengan Alun-Alun terbesar di Kota Bogor yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi. “Kami ingin itu menjadi satu nafas, satu irama, satu warna. Desain masjidnya harus bisa menyimbolkan menjadi ikon Kota Bogor, simbol perjalanan syiar Islam di Kota Bogor, simbol kebangkitan Islam dan sejarah Islam juga di Kota Bogor dari masa ke masa,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep desain yang dipaparkan oleh Pengurus DKM Masjid Agung sudah sangat baik. Namun, karena perencanaan alun-alun anggarannya dari Provinsi Jawa Barat yang berbeda dengan Masjid Agung, sehingga harus dipastikan prosesnya berjalan satu irama.

Baca Juga: Banyak Manfaat, Bima Arya Sebut Bansos Tahap Kedua akan Ditambah 5.982 Penerima

“Karena ini perencanaan yang berbeda, antara masjid dan alun-alun yang coba disatukan. Alun Alun ini sebetulnya sudah ada desainnya, karena ini bantuan dari Provinsi. Jadi skenario terbaik adalah izinkan saya melobi pak Gubernur, apabila anggaran diturunkan tahun depan, kita ingin desainnya menyesuaikan. Tentunya setiap perkembangan nanti akan dikomunikasikan kepada pengurus DKM agar selalu update,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DKM Masjid Agung Bogor, Dede Supriatna, menyambut baik gagasan Pemkot Bogor terkait keselarasan antara Alun-Alun dan Masjid. “Saya kira ini baik. Ibarat masjid adalah rumah, maka Alun-Alun itu sebagai halamannya menjadi satu kesatuan yang utuh,” ujar Dede.

Jadi, lanjut dia, tidak hanya memperhatikan kapasitas, tetapi estetikanya juga. Kemudian, kata Dede yang tak kalah penting konstruksinya harus kokoh sehingga beribadah nyaman dan aman. “Faktanya Masjid Agung ada di tengah keramaian, sentra ekonomi ada pasar dan stasiun sehingga kehadiran Masjid Agung sangat dibutuhkan dan diharapkan bisa menjadi penyejuk,” jelasnya.

Baca Juga: PSU Rancamaya Diserahkan ke Pemkot Bogor, Bima Arya Janji Percepat Pembangunan Jalan BIRR

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi memprediksi proses pembangunan Masjid Agung dengan kondisi seperti saat ini akan memakan waktu dua tahun. “Dari APBD Kota Bogor tahun dianggarkan Rp8,1 miliar dan 2021 dianggarkan lagi sekitar Rp15 miliar,” katanya.

Menurutnya, penguatan struktur akan diperbaiki maupun penyelesaian atap yang strukturnya terpisah dari yang sudah ada. “Kita tinggal penguatan karena tidak melakukan pembongkaran tapi penguatan struktur yang ada. Kemudian nanti kita lelangkan untuk perencanaan redesign-nya itu. Pembangunannya kita sinergikan antara konsep alun-alun dengan Masjid itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi Bro
Editor: Hari YD

loading...
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close