BRO. KOTA BOGOR – Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terus mempercepat pembenahan wilayah melalui penguatan pelayanan publik, pengembangan ruang terbuka hijau (RTH), serta kolaborasi lintas sektor.
Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah, memaparkan berbagai potensi, program prioritas, hingga tantangan yang dihadapi wilayahnya dalam pertemuan yang berlangsung, Kamis (21/5/2026).
Kelurahan Sukaresmi memiliki luas sekitar 98 hektare dan berada di lokasi strategis yang berbatasan langsung dengan Cilebut Timur dan Cilebut Barat, Kabupaten Bogor, serta menjadi jalur penghubung menuju Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara.
Menurut Yayan, Sukaresmi merupakan wilayah hasil dinamika pemekaran antara Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada 2001–2002. Saat ini, wilayah tersebut dihuni penduduk yang tersebar di delapan RW dengan karakteristik dominan sebagai kawasan permukiman dan pelestarian lingkungan.
“Karakteristik Sukaresmi lebih mengarah pada kawasan permukiman dan lingkungan. Kami tidak didominasi sektor industri besar maupun aktivitas komersial skala masif seperti wilayah lain di Tanah Sareal,” ujar Yayan.
Media Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Dalam kesempatan itu, Yayan menegaskan pentingnya peran media massa sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi salah satu kunci membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah. Informasi yang sampai ke masyarakat harus melalui konfirmasi yang berimbang agar mampu membangun pemahaman publik yang baik,” katanya.
Selama tiga tahun terakhir, Kelurahan Sukaresmi juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sosialisasi di bidang pendidikan, kebudayaan, serta mitigasi bencana berbasis digital.
Ekoriparian Sukaresmi Jadi Andalan Wisata Lingkungan
Meski tidak memiliki kawasan industri, Sukaresmi menyimpan potensi besar di sektor lingkungan dan fasilitas publik. Pemerintah Kota Bogor terus melakukan penataan kawasan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dua aset strategis yang menjadi andalan Kelurahan Sukaresmi antara lain:
Taman Lingkungan Graha Grande, yang berfungsi sebagai pusat aktivitas warga, olahraga, dan ruang interaksi sosial.
Ekoriparian Sukaresmi, kawasan koridor Sungai Ciliwung yang dikembangkan sebagai destinasi wisata alam terbuka berbasis edukasi lingkungan dan rekreasi keluarga.
“Kami terus mendorong kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan berbagai instansi terkait untuk menjaga kelestarian koridor sungai agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Yayan.
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan Pelayanan
Di tengah berbagai potensi yang dimiliki, Kelurahan Sukaresmi masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia (SDM) aparatur.
Yayan mengungkapkan jumlah pegawai yang tersedia saat ini masih minim sehingga beberapa staf harus menjalankan lebih dari satu tugas sekaligus untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat wilayah Sukaresmi dilintasi aliran sungai yang membuat sejumlah titik rawan terdampak bencana.
“Kekuatan personel dan dukungan operasional masih terbatas. Ada pegawai yang harus menangani beberapa kegiatan sekaligus. Saat terjadi bencana, kami juga harus menyiagakan 10 hingga 12 personel Linmas untuk penanganan di lapangan,” ungkapnya.
Selain pelayanan administrasi kependudukan dan penanganan kebencanaan, pihak kelurahan juga menjalankan fungsi mediasi terkait rencana tata ruang, penyelesaian sengketa lahan, hingga dinamika kepengurusan lingkungan di sejumlah kawasan perumahan.
Santunan Rutin untuk 137 Anak Yatim dan Dhuafa
Di bidang sosial, Kelurahan Sukaresmi menjalankan program kemitraan berbasis swadaya masyarakat yang tidak bergantung pada anggaran formal pemerintah daerah.
Salah satu program unggulan yang terus berjalan adalah pemberian santunan rutin kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa setiap bulan.
Berdasarkan data kelurahan, terdapat sekitar 137 anak yatim piatu dan dhuafa yang menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Kami berupaya memberikan santunan rutin setiap bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung kebutuhan pendidikan mereka,” kata Yayan.
Ke depan, seiring adanya kajian penataan wilayah dan potensi pemekaran di Kecamatan Tanah Sareal, Kelurahan Sukaresmi menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur serta tata kelola pelayanan publik agar mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan prima kepada masyarakat.
Editor : Adjet
